Breaking News

Science for All Gianyar Bali, Sekaligus Peresmian Science Center Daerah Gianyar

Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengadakan kegiatan Science for All di Kabupaten Gianyar, Bali. Kegiatan berlangsung di Balai Budaya Gianyar pada 9-11 November 2016. 



Rangkaian kegiatan Science for All Gianyar Bali di antaranya, yaitu Peresmian Puspa Iptek Gianyar, pameran 30 Alat Peraga Iptek, Workshop Guru, Workshop Siswa SMP, serta Demo Sains yang menampilkan beberapa percobaan sains dengan alat sederhana.
Acara diawali dengan Peresmian Puspa Iptek Gianyar pada 9 November 2016. Acara peresmian dibuka oleh Direktur Sistem Inovasi Kemenristekdikti, Ophirtus Sumule didampingi Bupati Gianyar, A. A. Gde Agung Bharata.
Komitmen Pemkab. Gianyar dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Gianyar tak hanya dalam peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di dalam sekolah. Langkah tersebut juga didukung dengan peningkatan sarana dan prasana pendidikan di luar sekolah, salah satunya peningkatan sarana dan prasarana pada Perpustakaan Umum Kabupaten Gianyar. Kini, melalui Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (KPAD) Kabupaten Gianyar, Pemkab. Gianyar juga meresmikan pembangunan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPA IPTEK) di Balai Budaya Gianyar. 


Kepala Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokomentasi Kabupaten Gianyar, R Hery Nurhancoko mengatakan, peresmian Puspa Iptek Kabupaten Gianyar  merupakan salah satu upaya dalam memberikan nilai lebih bagi pelayanan perpustakaan, terutama dari segi pengenalan kepada kalangan pelajar tentang dunia teknologi. Keberadaan Puspa Iptek ini juga dirancang sebagai tempat rekreasi, pusat pembelajaran dan riset library bagi generasi muda dan masyarakat umum. 
Selain peresmian Puspa Iptek Kabupaten Gianyar, kegiatan juga dirangkaikan dengan workshop guru Fisika Tingkat SMP dengan narasumber oleh Hendra Suryanto pada 10 November 2016, sedangkan keesokan  harinya juga digelar workshop SMP untuk membuat roket tenaga air dengan instruktur dari jajaran tim PP-IPTEK.



Workshop guru berbasis inquiri yang merupakan serangkaian proses saling berhubungan/terkait satu sama lain, di mana dalam proses ini ilmuwan atau siswa (sebagai ilmuwan junior) mengajukan pertanyaan atau permasalahan tentang alam dan melakukan penyelidikan fenomenanya. Workshop ini diikuti 84 guru dari 20 sekolah di wilayah Bali.



Kemudian hari terakhir, workshop siswa SMP tentang roket air. Dimulai dengan pembuatan rnoket air yang merupakan workshop perintisan, atau langkah awal, dengan harapan akan ada kegiatan serupa di waktu mendatang sehingga Sulawesi Selatan dapat mengadakan Kompetisi Roket Air Regional Sulawesi Selatan di tahun berikutnya. Workshop ini diikuti 101 siswa dari 10 sekolah.




Tidak ada komentar