Logo Pusat Peragaan Iptek

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Penemu Cilik

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Paket Promo Akhir Tahun

Diskon dan fasilitas menarik untuk para pengunjung PP-IPTEK.

Penemu Cilik

Diskon dan fasilitas menarik untuk para pengunjung PP-IPTEK.

Paket Promo Akhir Tahun

Diskon dan fasilitas menarik untuk para pengunjung PP-IPTEK.

Nikmati promo akhir tahun dari PP-IPTEK, hanya di Bulan Desember 2014

Jumat, Desember 12, 2014

Paket Promo Akhir Tahun PP-IPTEK




Sebagai penutup akhir tahun 2014, Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) memberikan diskon menarik serta kemudahan-kemudahan bagi para pengunjung yang ingin berkunjung ke science center terbesar di Indonesia ini.

Promo ini meliputi:
  1. Bagi sekolah yang membeli tiket masuk dan memesan program sanggar kerja seharga Rp 31.550/orang dapat mengikuti program science show secara gratis.*
  2. Bagi sekolah yang membeli tiket masuk dan program science show seharga Rp 19.850/orang dapat menonton film sains secara gratis.* 
  3. Bagi sekolah yang berada di daerah Ring 1** akan mendapatkan 2 tiket gratis untuk setiap pembelian 1 tiket masuk.***

Bis Listrik PP-IPTEK

Selain promo tersebut di atas, PP-IPTEK juga menyediakan Bis Listrik yang akan mengantarkan pengunjung dari area parkir selatan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang berada di dekat Keong Mas langsung ke lobby PP-IPTEK. Siapapun yang ingin berkunjung ke PP-IPTEK dipersilahkan untuk memanfaatkan Bis Listrik ini, khususnya sekolah-sekolah yang berada di daerah Ring 1.

Nah, menarik, bukan? Makanya, jangan lewatkan kesempatan ini!


KETERANGAN:
*     Berlaku ketentuan minimal pemesanan (50 orang) dan promo ini tidak berlaku untuk travel.
**   Daerah ring 1 PP-IPTEK meliputi Kecamatan Cipayung, Ciracas, Kramat Jati, dan Makasar.

*** Promo ini tidak dapat digabungkan dengan promo yang lainnya.

Rabu, Desember 10, 2014

6 Siswa Terbaik Mewakili Indonesia dalam Ajang APRSAF-21 WRE di Jepang

Delegasi dari Indonesia

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) ikut serta dalam kegiatan tahunan Water Rocket Event (WRE) yang diselenggarakan oleh Asia-Pasific Regional Space Agency Forum (APRSAF) yang tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-21. APRSAF-21 WRE dilaksanakan di Jepang pada tanggal 29 sampai 30 November 2014.  Sesuai dengan namanya kompetisi ini diikuti oleh perwakilan dari negara-negara Asia Pasifik.

Indonesia mengirimkan tim untuk mengikuti APRSAF-21 WRE yang terdiri dari 6 (enam) peserta terbaik yang sebelumnya telah dipilih oleh PP-IPTEK dalam ajang Kompetisi Roket Air Nasional (KRAN). Keenam siswa terbaik itu di antaranya adalah Assifa Nur Fadila, Syani Maharani, Muhammad Rafelino Putra, Budi Kosasih, Handika Rizky Lusty Pradani, dan Hendrawan Djody Saputro.

Wakil dari PP-IPTEK sedang mempresentasikan perkembangan Space Education di Indonesia

Hari pertama kegiatan APRSAF-21 WRE ini merupakan perkenalan seluruh tim dari masing-masing negara, presentasi perkenalan, keynote speak, serta kunjungan ke Museum Miraikan.

Puncak kegiatan dilaksanakan di hari kedua. Kegiatannya antara lain adalah lomba siswa, pembuatan daenit per negara, serta peluncuran roket air. Sementara itu, para guru memberikan presentasi dari negara masing-masing dengan durasi selama kurang lebih 10-15 menit. Presentasi dari Indonesia sendiri diwakili oleh Hemi Prasetyo.

Wakil dari Indonesia sedang menunggu giliran meluncurkan roket air buatan mereka

Setelah melalui kompetisi yang ketat, juara satu APRSAF-21 WRE 2014 dimenangkan oleh Yomomi Yoshihama dari Jepang dengan jarak luncur roket 240 cm dari titik target, juara dua dimenangkan oleh Yaiki Fukumoyo dari Jepang dengan jarak luncur 234 cm, dan juara tiga dimenangkan oleh Norhafizi dari Malaysia dengan jarak luncur 98 cm. Ada juga special award yang diberikan kepada Tomowi Yoshihara yang berhasil meluncurkan roket dengan jarak 665 cm. 

Selamat untuk para pemenang. Walaupun Indonesia tidak meraih juara tahun ini, tapi kita tetap bangga telah mengirimkan perwakilan Indonesia untuk dapat mengikuti kompetisi internasional ini. Dan bagi Sobat Iptek yang ingin menjadi seperti mereka di tahun 2015 nanti, dapat menghubungi science center terdekat di daerahnya masing-masing untuk mengikuti kompetisi roket air tahap awal, regional.

Jumat, Desember 05, 2014

Penayangan Science Film Festival dengan Tema Teknologi Masa Depan di PP-IPTEK

Eksperimen sains setelah menonto

Science Film Festival (SFF) 2014 telah digelar di berbagai kota di Indonesia dari tanggal 13-28 November 2014. Di Jakarta sendiri, tepatnya di Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) ikut serta menyelenggarakan SFF tahun ini. Pengunjung yang menonton film sains di SFF ini sangat antusias dan tak pernah sepi setiap harinya.

SFF di Indonesia diselenggarakan oleh Goethe-Institut Indonesia. Tahun ini merupakan tahun kelima penyelenggaraannya. SFF ini tidak dipungut biaya alias gratis. Siapa pun bisa mengikuti SFF, terutama untuk anak-anak usia 9-14 tahun. Dari film sains ini anak-anak bisa memahami dan mengerti sains dengan mudah sehingga mereka memiliki rasa ingin tahu yang lebih banyak tentang sains.

Penonton sedang mengantri untuk memasuki Auditorium PP-IPTEK

Tema yang diangkat untuk SFF tahun ini adalah Teknologi Masa Depan. Menurut Faris, panitia SFF 2014 yang bertugas di venue PP-IPTEK, “Film-filmnya mencerminkan apa yang kita pakai sekarang bisa dimajukan untuk digunakan di masa depan. Harapannya karena banyak anak-anak yang menonton, secara psikologis dan biologis bagus untuk anak-anak yang umurnya kecil-kecil sehingga dapat berguna bagi mereka dan diaplikasikan oleh mereka sendiri."

Film sains yang diputar dalam sehari sekitar 6-9 film, menyesuaikan dengan durasi serta usia penonton. Kategori film yang disajikan berdasarkan usia adalah kelompok usia di bawah 12 tahun atau di atas 12 tahun. Setelah menonton film, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan melakukan eksperimen yang berkaitan dengan film yang baru saja diputar, atau kuis untuk mendapatkan dooprize. Dalam sesi ini, penonton dilibatkan untuk melakukan eksperimen tersebut secara langsung.
Pemandu sedang mengajak penonton untuk mengucapkan yel-yel Science Film Festival

Pengunjung yang mengikuti SFF 2014 di PP-IPTEK ini setiap harinya selalu berada di atas kisaran 100 orang. Angka ini akan cenderung bertambah pada hari libur. Bahkan ada dalam satu hari yang pengunjungnya mencapai 1.375 orang. Ini menunjukkan antusiasme pengunjung sangatlah tinggi. Untuk hari-hari biasa, Senin-Jumat kebanyakan pengunjung berasal dari rombongan anak-anak sekolah, sementara hari Sabtu-Minggu pengunjungnya adalah keluarga.

Menurut Faris, target pengunjung SFF memang lebih ditujukan untuk anak-anak kecil, tetapi ada juga mahasiswa yang mengunjungi SFF 2014. Mereka sangat antusias, apalagi saat eksperimen.

“Film sains ini bagus dan menarik, suka dengan film-filmnya,” ucap Sabrina, salah satu siswi SD yang telah menonton SFF. 

“SFF sangat bagus untuk anak-anak SD,” ungkap Ibu Lia, guru pendamping murid-muridnya, “semoga ada bakat-bakat baru dari anak-anak Indonesia yang dapat membuat film sains seperti itu, bukan hanya dari luar negeri saja,” lanjutnya, mengungkapkan harapan untuk SFF ke depan. 

Eksperimen dengan tema bunyi


Harapan Faris sebagai panitia SFF 2014, “Selain kuantitas pengunjungnya banyak, tentunya kita juga secara ideal mengharapkan, baik anak-anak maupun guru yang datang ke sini. Kalau anak-anak dapat menerapkan ilmu-ilmu yang didapatkan di sini. Kalau guru bisa mengajarkan anak-anak dengan cara yang fun, tidak hanya menulis di papan tulis dan anak-anak mengerjakan PR, tapi bisa juga dengan metode yang lain, beda dengan mengajar pada umumnya. Kami percaya sebagai panitia, dapat lebih mudah meresapi dan lebih mengerti.”

Kegiatan SSF 2014 di PP-IPTEK sempat diliput juga oleh media, seperti DAAI TV untuk mengetahui seberapa meriah kegiatan di PP-IPTEK ini. PP-IPTEK merencanakan untuk terus menjadi salah satu venue yang menayangkan SFF di tahun-tahun mendatang. Jadi, untuk pengunjung yang belum sempat mengikuti kegiatan ini, tidak perlu khawatir. Sampai jumpa di SFF tahun depan!