Pusat Peragaan Iptek

Website resmi PP-IPTEK

Penemu Cilik

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tesla Coil dan Sangkar Faraday

Spektakulernya alat peraga terbaru di PP-IPTEK.

Penemu Cilik

Diskon dan fasilitas menarik untuk para pengunjung PP-IPTEK.

Paket Hemat Kunjungan

Dapatkan diskon khusus dengan PaHeKu.

2015, Tahun Cahaya Internasional

Kamis, Januari 29, 2015

Letusan Gunung Gamalama


Senin, Januari 12, 2015

Science for All di Pondok Pesantren Khas di Cirebon

Science show spectacular


Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) ikut serta dalam kegiatan Perkemahan Regu Penggalang Ma’arif Nahdlatul Ulama Nasional (PERGAMANAS). Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren (Ponpes) KHAS, Kempek, Cirebon pada Kamis, 8 Januari 2014.

Tema yang diambil dalam kegiatan ini adalah memupuk jiwa nasionalisme di kalangan penggalang Ma'arif NU dalam membangun karakter bangsa Indonesia. PERGAMANAS ini diikuti oleh 3.980 peserta.

Dalam kegiatan ini Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) berkontribusi dalam kegiatan Science for All yang diisi oleh demo sains interaktif dan demo Roket Air (termasuk proses pembuatan roket air, hingga launcher-nya).

PERGAMANAS resmi dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim yang mewakilkan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Turut hadir pula Wakil Gubernur Jawa Barat, Bupati Cirebon, Ketua Pengurus Pusat Ma’arif, Menristek Dikti (diwakili oleh Deputi Bidang Relevansi Iptek), Ketua Kwartir Nasional Pramuka yang mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Pengurus Ponpes KHAS Kempek, Kapolres Cirebon.

Selain itu, Asisten Deputi (Asdep) Iptek IKM Hadirin, Asdep Iptek Masyarakat Ahmad Dading, Asdep Jaringan Pusat dan Daerah Sadiyatmo, Asdep Relevansi Program Riptek Santosa Yudo W., Asdep Produktivitas Industri Hotma Tua D., dan Direktur PP-IPTEK Ari Hendrarto turut hadir mendampingi Asdep Bidang Relevansi Iptek, Agus Puji P.

Dalam sambutannya, Menteri Agama mengatakan cinta tanah air semakin memiliki urgensi agar nilai-nilai keindonesiaan kita tidak tercabut. Acara resmi dibuka dengan pelepasan balon ke udara, pemukulan bedug, dan penyematan peserta perkemahan. Acara ditandai dengan penendangan bola, di mana anak-anak penggalang yang berhasil menangkapnya akan mendapat beasiswa.

Acara dilanjutkan dengan penganugerahan tokoh pendidikan NU dari Ma'arif NU, (termasuk yang mendapatkannya, yaitu Gus Dur, Jusuf Kalla, M. Nuh, Said Agil Sirad, Moh. Toha) diserahkan oleh Arifin Junaidi Ketua Ma'arif NU, Wakil Menpora, Wagub Jabar, Ketua Kwarnas Pramuka, Pengasuh Ponpes KHAS Kempek, Ketua PB Ma'arif NU.

Dalam kegiatan ini pun dilakukan penyerahan bantuan dana rehabilitasi kelas untuk madrasah NU di 5 lokasi dari Kementerian Agama, serta beasiswa dari PT Indah Cahaya bagi pelajar Ma'arif. Selain itu, Kemenristek Dikti pun memberikan alat peraga Roket Air kepada pengasuh Ponpes KHAS Kempek yang diserahkan oleh Deputi Bidang Menristek Relevansi Iptek, Agus Puji P.
Dalam sambutan singkatnya, Agus Puji P. menyatakan dalam Roket Air dan launcher-nya terkandung rekayasa iptek khususnya bagaimana menciptakan kreasi dan inovasi di bidang pembelajaran sains kedirgantaraan.

Rabu, Desember 31, 2014

Menristek Dikti Meresmikan Alat Peraga Spektakuler "Tesla Coil" di PP-IPTEK

Kemenristek Dikti meresmikan alat peraga Tesla Coil, ditandai dengan pengguntingan pita

Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) meresmikan wahana baru yang dinamakan Tesla Coil. Wahana baru ini diresmikan langsung oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Mohamad Nasir pada Selasa (30/12/2014). Peresmian ini ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh Menristek Dikti dan didampingi oleh Deputi Pendayagunaan Iptek, Pariatmono dan Direktur PP-IPTEK, Ari Hendrarto.

Peresmian Tesla Coil ini dihadiri pula oleh beberapa pejabat instansi pemerintah ataupun swasta, yaitu pejabat eselon 1 (satu), 2 (dua) dan 3 (tiga) Kemenristek Dikti, Badan Penelitian dan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Pengembangan Perhubungan Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan, Rektor Universitas Indonesia, PT. Kalbe Farma, PT. IBM Indonesia, Direktur Operasional Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Forum Komunikasi Museum TMII dan perwakilan museum. 
 
Pengunjung mencoba alat peraga Tesla Coil yang baru diresmikan

PP-IPTEK, sebagai science center pertama dan terbesar di Indonesia, terus berinovasi dalam mengembangkan galeri peragaannya. Wahana Tesla Coil ini merupakan alat yang dapat menghasilkan tegangan tinggi, arus pendek, dan frekuensi tinggi dari arus listrik bolak-balik. Tesla Coil menghasilkan loncatan listrik sepanjang kurang lebih 2,5 meter. Selain itu, Tesla Coil dilengkapi dengan sebuah sangkar yang disebut Sangkar Faraday. Pengunjung dapat masuk ke dalam sangkar tersebut untuk bereksperimen dengan medan listrik di sekitarnya. Pengunjung yang dapat masuk ke sangkar ini bisa satu atau maksimal dua orang. Ini akan membuat pengalaman yang menantang bagi pengunjung untuk mencobanya.

Aliran listrik Tesla Coil ini tidak berbahaya karena dibumikan atau lebih dikenal grounding sehingga listrik tidak merambat ke lingkungan selain wilayah Tesla Coil. Selain itu, di sekitar wahana juga dipasang tiga pengaman, yaitu pengaman 1 berupa stainless yang berada di lantai, pengaman 2 adalah pagar bagian dalam, dan pengaman 3 merupakan pagar pengaman luar sebagai batas pengunjung yang menonton.
 
Kemenristek Dikti dan tamu undangan melihat alat peraga Tesla Coil

Dalam peresmian wahana baru PP-IPTEK ini, Menristek Dikti juga melakukan penyerahan Bis Listrik Kemenristek Dikti secara simbolis untuk dipinjamkan kepada Universitas Indonesia (UI) dalam mendukung pengembangan program green technology yang dilakukan UI dengan harapan bis listrik ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh civitas akademia UI.

Selain itu, Menristek Dikti memberikan penghargaan kepada PT. IBM Indonesia dan PT. Kalbe Farma yang telah berkontribusi dalam mendukung program Kemenristek Dikti. PT. IBM dan PT. Kalbe Farma telah menunjukan dedikasinya dalam meningkatkan kemampuan iptek generasi muda melalui bantuan alat peraga pembelajaran sains interaktif bagi PP-IPTEK dan beberapa science center lain di Indonesia. Peran perusahaan dalam mendukung program pemerintah dan sinergitas antara keduanya sangat diperlukan dalam membangun negara yang lebih baik. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Kemenristek Dikti kepada perusahaan yang berdedikasi tinggi untuk kemajuan iptek.
 
Menristek Dikti menyerahan penghargaan kepada PT Kalbe Farma dan PT IBM Indonesia, dan secara simbolis meminjamkan bis listrik kepada UI

“PP-IPTEK akan sangat membantu masyarakat karena tempat ini sebagai bentuk edukasi dalam perkembangan dunia teknologi,” ucap Mohamad Nasir, Menristek Dikti dalam sambutannya, “sekaligus sebagai wadah informasi Iptek bagi anak-anak muda Indonesia.”

Menristek Dikti juga menyampaikan harapannya agar di masa depan, penelitian di Indonesia bisa bermanfaat bagi masyarakat. Ia menambahkan, ke depan perkembangan dunia Iptek, harus bisa dilakukan secara hilirisasi dan komersialisasi antara peneliti dengan dunia pengembang usaha. Hal itu akan bertujuan baik khususnya bagi si peneliti itu sendiri, agar hasil penelitian tidak hanya jadi pajangan di laboratorium. Oleh karena itu, ia berharap dukungan dari berbagai pihak khususnya instansi swasta yang memberikan dukungan terhadap kemajuan hasil iptek seperti PT IBM Indonesia dan PT Kalbe Farma.

Dengan hadirnya Wahana Tesla Coil di PP-IPTEK, diharapkan para pengunjung dapat mempelajari listrik tegangan tinggi yang aman ini dengan mudah dan menyenangkan. Sampai saat ini, fungsi utama dari Tesla Coil, yaitu untuk menghibur sekaligus juga mendidik. Melalui wahana Tesla Coil, pengunjung memperoleh keseruan sebuah wahana fenomena dan pembelajaran baru. Pengunjung akan terpukau, tidak merasa kecewa dengan adanya wahana Tesla Coil. Wahana ini menjadi inovasi baru bagi PP-IPTEK di penghujung tahun 2014.