Breaking News

PP-IPTEK SELENGGARAKAN SPACE EDUCATION WORKSHOP

Kamis 29 Juli 2010, Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) bekerjasama dengan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Negara (LAPAN) kembali menyelenggarakan workshop sains untuk para pengajar atau guru sekolah. Workshop yang berjudul “Space Education” ini menjelaskan berbagai hal mengenai teknologi keantariksaan.

Antariksa merupakan bagian alam semesta yang berada di luar atmosfer Bumi. Berbagai temuan baru mengenai objek antariksa telah berhasil didapat oleh para ahli. Salah satu perkembangan teknologi keantariksaan yang saat ini kita ketahui adalah mengenai pemanfaatannya di bidang peroketan dan penerapannya di kehidupan sehari-hari dianggap tidak mudah, apalagi untuk menjadikan peroketan sebagai media pembelajaran memerlukan pakar dan keahlian khusus.

Untuk orang awam yang tidak bergelut dalam bidang antariksa pasti bertanya “bagaimana kita bisa mencapai antariksa ?” Rika Andiarti dari LAPAN selaku narasumber dalam workshop ini menyampaikan, bahwa pemanfaatan antariksa memerlukan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi. Beberapa hal yang membuat kita dapat mencapai antariksa antara lain pembuatan wahana peluncur wahana antariksa seperti roket dan pesawat ulang alik, kemudian pembuatan wahana eksplorasi antriksa seperti saltelit, stasiun antariksa, dan robot penjelajah, dan yang terakhir adalah pembangunan sistem kendali dan komunikasi antariksa.
Ilmu fisika dalam teknologi ruang angkasa juga dijelaskan pada sesi kedua dalam workshop ini. Berbagai ilmu fisika seperti hukum newton, prinsip bernaulli sirkuit elektrik, termodinamika dan perpindahan panas, dan hukum kekekalan energi digunakan dalam teknologi keantariksaan. Di sela-sela penyampaian materi, para peserta juga dipersilahkan untuk mengajukan berbagai pertanyaan mengenai materi yang dibahas.

Selain mendapatkan penjelasan mengenai materi-materi tentang teknologi antariksa, para peserta workshop juga diajak untuk mengaplikasikan materi yang sudah didapat tersebut dengan mebuat roket. Masing–masing peserta diberikan alat dan bahan untuk dapat membuat roketnya sendiri. Berbeda dengan roket yang biasa digunakan untuk mengirim astronot ke luar angkasa atau roket balistik yang menggunakan proses pembakaran propalen sebagai tenaga pengorong, roket yang dibuat para peserta ini menggunakan air dan tekanan udara sebagai tenaga pendorongnya.

Setelah masing masing peserta selesai membuat roket, kemudian setiap peserta diminta untuk menguji roket yang telah mereka buat dengan cara diterbangkan. Inovasi bentuk sayap roket yang dibuat oleh masing-masing peseta membuat arah setiap roket yang diluncurkan berbeda. Karena bentuk sayap yang berbeda akan menyebabkan udara yang mengalir pada badan dan sayap roket saat meluncur tidak sama.

Setelah semua peserta berhasil meluncurkan roketnya, mereka diajak kembali keruangan kegiatan untuk mengulas hasil peluncuran yang telah dilakukan. Setelah mengikuti workshop ini peserta diharapkan dapat menggabungkan fisika dengan antariksa melalui bentuk media pembelajaran yang sederhana di mana di dalamnya terkandung fisika yang bisa terungkap.

Selanjutnya PP-IPTEK akan menyelenggarakan workshop untuk guru SMP dan SMA mengenai bagaimana cara mengembangkan dan mengelola klub sains di sekolah dengan baik hingga membuat kurikulum klub sains yang sistematis dan tepat sasaran dalam “Science Club Development Workshop” tanggal 30 September 2010.[pp-iptek]

Tidak ada komentar