Breaking News

Innovative Agriculture for Global Sustainable at APT JSO 2014



Asean+3 Junior Science Odyssey (APT JSO) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh ASEAN+3 Center for the Gifted in Science (ACGS) bagi pelajar berbakat istimewa di bidang sains di negara-negara ASEAN ditambah 3 negara lainnya yakni Korea, Taiwan dan Jepang. Selain tiga negara tersebut, turut serta pula Swedia, Nigeria dan Australia yang bertindak sebagai observer. Sejak tahun 2006 yang lalu, kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun.

APT JSO 2014 sendiri diselenggarakan pada tanggal 23-29 Juni 2014 di salah satu science center yang ada di Thailand, yaitu di National Science Museum (NSM) - Bangkok. APT JSO dilakukan guna mendorong dan menantang pelajar berbakat istimewa untuk menjadi unggul dalam bidang iptek dan juga merangsang keingintahuan pelajar melalui percobaan-percobaan dan pengalaman-pengalaman yang dilakukan selama kegiatan. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong pelajar-pelajar berbakat istimewa tersebut untuk berkarir dalam bidang sains.

Pada kesempatan kali ini, Indonesia diwakili oleh 2 sekolah Gifted yang masing-masing terdiri dari 3 (tiga) siswa dan 1 (satu) guru sains, yakni SMPN 252 Jakarta dan SMP Labschool Kebayoran, sementara PP-IPTEK -  KEMENRISTEK berperan sebagai focal point APT di Indonesia. APT JSO dikemas melalui kegiatan kompetisi antar negara ASEAN+3 yang pada tahun ini mengusung tema “Innovative Agriculture For Global Sustainable.” Kompetisi ini terdiri dari beberapa kategori, yakni:


  • Presentasi Poster (Poster Presentation) sesuai tema yang sudah disiapkan siswa Indonesia sebelumnya.
  • Keterampilan Laboratorium (Labs Skill Assessment). Keterampilan siswa dalam menggunakan alat-alat laboratorium, teknis pengerjaan dan hasil yang didapat sesuai topik yang sudah ditentukan seperti Plants Tissue Culture, Homemade Diesel and Miracle Green dan Trans Farmer.
  • Presentasi Proyek Kelompok (Group Project Presentation). Pada kategori ini siswa diberikan tema “Innovative Agriculture for Global Sustainability,” dimana siswa akan membuat suatu proposal inovasi penelitian terkait pertanian untuk keberlangsungan dunia yang kemudian akan dipresentasikan di depan juri dan para peserta lainnya yang hadir.
http://fadhlan-sahid.blogspot.com/2014_07_01_archive.html 
(sumber foto: http://fadhlan-sahid.blogspot.com/2014_07_01_archive.html)


Sebelum berangkat ke Thailand, para peserta JSO yang mewakili Indonesia ini telah melakukan pelatihan dan pembinaan di PP-IPTEK. Pelatihan dan pembinaan dilakukan dengan tujuan untuk mempersiapkan segala perangkat kompetisi seperti persiapan materi poster yang akan dipresentasikan, persiapan pembekalan keterampilan dalam penggunaan peralatan laboratorium sesuai topik yang sudah ditentukan oleh pihak penyelenggara dan persiapan cara berpresentasi dengan menggunakan bahasa inggris sesuai dengan poster yang telah dipersiapkan.

Selain kegiatan bagi siswa berbakat istimewa dalam bidang sains, APT JSO juga menyelenggarakan kegiatan forum bagi guru-guru sains dan lembaga pendidikan sains yang membahas perkembangan pendidikan sains di tiap-tiap negara APT dan konektifitas antara sekolah dengan lembaga pendidikan yang ada seperti science center. Forum ini dapat memberikan gambaran perkembangan pendidikan dan teknik pengajaran sains yang dilakukan oleh sekolah di setiap negara dan bagaimana science center atau lembaga pendidikan sains lainnya dapat menyinergikan perkembangan pendidikan yang terjadi dengan kebutuhan sekolah. Hal ini pastinya akan memengaruhi metode atau cara science center berinovasi dan berkembang dalam melengkapi kebutuhan dan perkembangan pendidikan sains yang terjadi di masing-masing negara. Selain itu, science center dan lembaga pendidikan sains lainnya dapat mendorong dan merangsang pemikiran inovasi satu sama lain di lingkup science center.

Pengumuman hasil kompetisi akhirnya tiba setelah para peserta melakukan kompetisi selama 5 hari. Untuk JSO 2014 kali ini, Indonesia meraih 2 medali emas, 1 medali perak dan 2 medali perunggu. Medali Emas diraih oleh SMP Labschool Kebayoran untuk kategori Labs Skill Assessment dan SMPN 252 untuk kategori Group Project Presentation. Medali perak diraih oleh SMP Labschool Kebayoran untuk kategori Poster Presentation. Dan Medali Perunggu diraih oleh SMP Labschool Kebayoran untuk kategori Group Project Presentation serta Labs Skill Assessment. Dan melengkapi hasil tersebut di atas, untuk pertama kalinya Indonesia meraih Piala Juara II untuk kategori Overall Performance.
APT JSO merupakan kegiatan yang amat penting dalam memperkenalkan inovasi teknologi di Indonesia kepada negara-negara ASEAN+3. Melalui kegiatan ini, generasi muda Indonesia akan semakin tertantang dalam memecahkan masalah yang terjadi di segala aspek melalui inovasi teknologi. Selain itu, kegiatan ini juga menambah pengalaman dan wawasan generasi muda terhadap perkembangan teknologi dan pendidikan sains yang ada di Negara lain.

Untuk JSO selanjutnya di tahun 2015, PP-IPTEK akan melakukan pemilihan sekolah kembali dalam menjaring dan mendapatkan sekolah terbaik yang akan dijadikan sebagai perwakilan/delegasi Indonesia. Barangkali, Andalah yang akan mewakili Indonesia di tahun berikutnya.

Tidak ada komentar