Logo Pusat Peragaan Iptek

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Penemu Cilik

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kontes Robot 2014

Kontes Robot dengan tema Robot Agrikultur untuk siswa SMP dan SMA se-Indonesia.

Penemu Cilik

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Buy One Get One Free

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Blog Archive

Selamat menunaikan ibadah puasa || Pendaftaran Kontes Robot 2014 diundur sampai dengan 8 Agustus 2014

Minggu, Juni 29, 2008

Menulis di "Udara" dengan Cahaya Melayang


JAKARTA, SELASA - Pernah melihat tulisan asap yang dibentuk manuver pesawat? Atau gumpalan gelembung udara yang dapat dibentuk logo dan sosok tertentu?

Semuanya sudah dapat dilakukan dan mungkin layak disebut menulis di udara. Namun, apa yang dilakukan para peneliti di Institut Teknologi Technion dan Institut Sains Weizmann, Israel jauh lebih rumit.

Jika asap pesawat atau gelembung udara hanya dapat menampilkan tulisan atau bentuk ukuran besar, "tulisan" pada benda gas kali ini berukuran jauh lebih kecil. Mereka berhasil menampilkan angka dua setinggi kurang dari 5 centimeter yang mengambang di ruang berisi uap rubidium bersuhu 52 derajat Celcius.

Bentuk angka dua jelas terlihat dengan resolusi tinggi. Angka dua menyala merah karena memang berasal dari atom-atom gas rubidium yang menyerap pulsa cahaya yang ditembakkan. Jika teknologi ini bisa dipakai pada awan di udara, logo Batman mungkin tidak hanya khayalan dan benar-benar dapat ditampilkan di udara jika warga Gotham City membutuhkan bantuan.

Namun, kondisi cahaya yang melayang di udara tersebut hanya bertahan sesaat sekitar 2 mikrodetik dan langsung kabur. Hal tersebut terjadi karena pulsa-pulsa cahaya yang ditebakkan terus-menerus membuat atom gas yang bereaksi melebur ke sekitarnya.

Pulsa cahaya pertama akan diserap atom gas yang menjadi target dan mengaktifkannya. Namun, pulsa kedua yang menumbuk atom gas yang sama menyebabkan kondisi kuantum sehingga pulsa pertama menyebar ke atom di sekitarnya. Fenomena ini disebut electromagnetically induced transparency.

Untuk memperpanjang waktunya, tim peneliti memanfaatkan metode yang meminimalkan pengaruh difusi pada atom gas rubidium. Dengan menahan pulsa cahaya kedua, atom yang bereaksi bertahan lebih lama hingga 30 mikrodetik. Masih terlalu cepat memang.

"Teknik menyimpan cahaya mungkin dapat diaplikasikan dalam perangkat-perangkat masa depan yang menyimpan informasi kuantum," ujar Mushe Shuker, dari Technion. Perubahan informasi optis menjadi ikatan atom seperti ini sangat berguna dalam pemrosesan gambar maupun dalam teknologi komunikasi. Para ilmuwan yakin teknologi seperti suatu saat juga dapat dipakai untuk menyimpan gambar berwarna-warni atau data video.

Foton sebagai pulsa cahaya merupakan alat pengirim informasi. Sementara ikatan atom gas merupakan media penyimpan yang baik. Kombinasi keduanya merupakan impian teknologi masa depan.(KOMPAS/gambar:M. Shuker/APS)

WAH
Sumber : PHYSORG

Sabtu, Juni 28, 2008

Yahoo! Go 3.0 Versi Bahasa Indonesia Diluncurkan

JAKARTA--MI: Yahoo meluncurkan produk mobile all-in-one utama dari Yahoo! yaitu Yahoo! Go 3.0 dalam bahasa Indonesia. 

"Peluncuran resmi Yahoo! Go 3.0 di Indonesia merupakan perkembangan yang membawa perubahan pada layanan mobile dari Yahoo!," kata Managing Director and Vice President, Yahoo! Connected Life, Asia Pacific, David Ko, dalam siaran pers di Jakarta, Selasa. 

Yahoo! Go 3.0 membawa pelayanan mobile ke tingkatan terbaru dengan "user interface" yang lebih baik dan kaya fitur melalui "third-party widget" yang mudah digunakan. 

Yahoo! Go 3.0 menghadirkan desain intuitif dan kaya yang menggunakan layar kecil pada ponsel secara efisien dan mempercepat kemampuan konsumen dalam menemukan informasi yang mereka perlukan menggunakan Internet mobile. 

"Home widget" baru pada Yahoo! Go 3.0 merupakan pintu gerbang yang inovatif bagi pelanggan untuk menuju tujuan mereka dalam ber-Internet mobile. 

Fitur ini memberikan update singkat mengenai apa yang baru sejak terakhir kali pelanggan mengakses seperti berapa e-mail baru yang diterima, janji terbaru pada calendar, dan foto terbaru yang dikirim oleh teman-teman melalui Flickr. 

Home widget juga termasuk koleksi mobile snippet yang dapat diatur sesuai selera pemakai preview dari konten web favorit pemakai headline news, kondisi cuaca, dan banyak lagi agar pengguna selalu mengetahui informasi terbaru pada saat mereka sedang bepergian. (MediaIndonesia/Ant/OL-06/gambar-www.dabbledoo.com)

Jumat, Juni 27, 2008

ITS Temukan Pengganti Minyak Tanah dari Singkong

SURABAYA--MI: Temuan energi alternatif terus berdatangan. Kali ini satu temuan lagi datang dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, berupa bahan etahnol untuk bahan bakar penganti minyak tanah. 

Ethanol selama ini dikenal sebagai bahan dasar alkohol dan parfum. Namun, temuan ITS Surabaya justru etahnol diambil dari bahan alami yang ada di sekitar masyarakat, yakni singkong gondrowu. Bahkan, tingkat efisiensi ethanol dibandingkan dengan minyak tanah cukup jauh. Satu liter ethanol setara dengan sembilan liter minyak tanah. Karena mengunakan bahan ethanol, kompor yang dipergunakan adalah kompor khusus yang diperuntukan bahan etahnol. Pihak ITS juga telah menciptakan kompor tersebut bekerja sama dengan perusahaan pembuatan kompor di Probolinggo, Jawa Timur. 

Peneliti ethanol dari Fakultas MIP ITS Sri Nurhatika mengatakan, untuk membuat energi alternatif ini mudah. Bahkan, bisa dilakukan oleh masyarakat awam. Yang penting bahannya memiliki kandungan karbohidrat, seperti singkong. Bahan baku yang diuji coba ITS adalah singkong gondrowu, jenis singkong berukuran raksasa yang tidak dikonsumsi oleh masyarakat karena rasanya pahit dan beracun. Namun, dibalik itu semua teryata singkong ini mengandung nilai yang luar biasa untuk bahan bakar. Bila tidak ada singkong bisa juga dengan bahan lain yang memiliki kandungan karbohidrat. Ika mencontohkan, ethanol ini di Bekasi dapat dibuat dari limbah kulit kacang koro, sedangkan di daerah Kediri menggunakan limbah tahu. "Kami juga sedang mengincar Probolinggo karena di sana banyak sekali tetes tebu," ujarnya. 

Proses pembuatannya juga sederhana. Ketela atau bahan-bahan lain tersebut dihaluskan, lalu direbus. Kemudian ditambahkan enzim amylase dan diberi ragi. "Untuks ementara ini, ragi tape biasa pun bisa digunakan. Tapi kami sedang mengkaji lebih lanjut ragi khusus untuk ethanol ini," lanjutnya. Larutan ini didiamkan selama tiga sampai empat hari agar proses fermentasi berjalan. Setelah itu, ethanol akan dihasilkan. "Tapi kadar ethanol ini masih 90%. Sementara untuk kompor kami membutuhkan kadar ethanol sebesar 95%," kata Ika. 

Untuk menaikkan kadar ethanol, katanya, perlu ditambahkan batu kapur. Ini perlu dilakukan sebab ethanol dengan kadar di bawah 95% masih mengandung Pb (timbal). Sedangkan ethanol untuk bahan bakar kompor harus bebas dari Pb. "Pb-nya bisa meledak, makaya harus bersih dari Pb," lanjutnya. Sementara itu, kompor yang digunakan untuk bahan bakar itu dirancang khusus. Pembuatannya dilakukan bekerja sama dengan Koperasi Manunggal Sejahtera. 

Keunggulan bahan bakar ethanol selain lebih ekonomis juga terbukti tanpa jelaga. Namun, pemanasan ethanol diakui Ika lebih lama jika dibandingkan dengan minyak tanah. "Untuk memasak mi, kompor minyak tanah membutuhkan waktu 10 menit. Sedangkan kompor ethanol dua hingga tiga menit lebih lama," ujarnya. (Media Indonesia/FL/OL-01)
Penulis : Faishol Taselan

Senin, Juni 23, 2008

Science Camp Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) di PP IPTEK

Memasuki masa liburan sekolah, lima Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) yang berada diwilayah DKI mengikutsertakan 200 orang siswa cerdasnya yang berasal dari kelas akselerasi untuk mengikuti kegiatan Science Camp gabungan di Pusat Peragaan Iptek (PP IPTEK)–TMII. Ke-lima sekolah tersebut adalah SMPN 1, SMPN 19, SMPN 30, SMPN 49 dan, SMPN 115 Jakarta. Kegiatan Science Camp ini akan berlangsung selama dua hari, dimulai pada hari senin tanggal 23 Juni 2008 pukul 14.00 WIB sampai dengan hari selasa tanggal 24 Juni 2008 pukul 10.30 WIB.

Science Camp PP IPTEK adalah kegiatan berkemah di alam terbuka sambil memahami konsep-konsep dasar sains melalui kegiatan pengamatan dan penelitian ilmiah, kegiatan ini meliputi empat kegiatan utama yakni : Eksplorasi Alat Peraga; Science Activity; Observasi benda Langit; dan Outbound. Pada Science Camp ini 200 orang peserta dibagi menjadi 20 kelompok dengan masing-masing kelompok berjumlah 10 orang. Tiap-tiap kelompok akan didampingi oleh mentor-mentor berpengalaman dari PP IPTEK.

Eksplorasi alat peraga dijadwalkan pada hari pertama (23 Juni 2008 ) pukul 15.00 WIB. Pada kegiatan ini para peserta secara berkelompok akan dibimbing untuk mempelajari beberapa alat peraga yang ada di galeri PP IPTEK, kemudian hasilnya didiskusikan dan dipresentasikan dihadapan kelompok lainnya. Pada pukul 16.40 WIB para peserta akan melakukan kegiatan Science Activity dengan materi DNA Forensik. Pada kegiatan ini para peserta melakukan empat penelitian seputar DNA yaitu: Fingerprint (deteksi sidik jari manusia), Tes Golongan darah, Tes Determinan, dan Memprediksi Tinggi Badan Melalui Jejak Kaki.

Pukul 22.00 WIB setelah bergembira dengan games-games menarik dalam kehangatan api unggun, peserta diajak untuk meneropong dan mengeksplorasi keindahan benda langit menggunakan lima teleskop canggih berkekuatan 480 X perbesaran dengan obyek, antara lain: Jupiter, Mars, Saturnus dan berbagai benda langit lainnya.

Pada hari ke-dua (24 Juni 2008) pukul 07.00 WIB para peserta akan mengikuti kegiatan Outbound untuk melakukan aktivitas yang menantang dan menghibur melalui lima permainan Land Based.

Semua materi kegiatan inti dalam Science Camp PP IPTEK berpotensi membentuk karakter positif bagi anak, karena Science Camp PP IPTEK dikemas dalam format santai dan menghibur namun tetap dalam koridor keilmiahan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Science Camp merupakan kegiatan rutin tahunan PP IPTEK yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa pada bidang sains sekaligus menumbuhkan kecintaan pada alam dan lingkungannya. Science Camp bisa dipesan secara eksklusif oleh sekolah baik untuk tingkat SMP atupun tingkat SMA dengan minimal peserta 75 orang. PP IPTEK juga akan menyelenggarakan kegiatan Science Camp yang bisa di ikuti oleh seluruh pelajar tingkat SMP pada tanggal 23-24 Agustus 2008 mendatang. (humasPPIPTEK)

Sabtu, Juni 21, 2008

Pengumuman UMB (Ujian Masuk Bersama) 2008

Informasi: Bagi anda para peserta yang telah mengikuti Ujian Masuk Bersama (UMB) 2008 yang dilakukan 5 Universitas Negeri (UI, UNJ, USU, UNHAS, dan UIN)  pada tanggal 7 dan 8 Juni 2008 lalu dapat melihat hasil pengumumannya di alamat situs resmi perhimpunan SPMB Nusantara yaitu: www.spmb.or.id 

Pengumuman mulai dapat diakses pada tanggal 21 Juli 2008 pukul 18.00 wib, selamat bagi anda yang diterima menjadi mahasiswa di Universitas Negeri, selamat berjuang, masa depan Bangsa ada di tangan anda. 

Bagi yang belum diterima di UMB 2008 tidak perlu khawatir, masih ada jalur lain masuk Universitas Negeri yaitu SNMPTN, jalur ini sebagai pengganti SPMB tahun lalu. untuk informasi lebih jelas silahkan klik http://www.dikti.go.id/snmptn/ atau website resmi SNMPTN di  http://www.snmptn.ac.id/ 

selamat berjuang, semoga berhasil......! 

Selasa, Juni 17, 2008

Gabungan Dua Plastik Hasilkan "Logam"


JAKARTA, SENIN - Siapa mengira dengan menempelkan dua lembar plastik dapat menghasilkan material konduktor yang dapat menghantarkan listrik seperti logam. Penemuan ini menjanjikan pengembangan sistem elektronika dengan materi nonlogam, bahkan material superkonduktor jenis baru.


Konduktor dari plastik itu dikembangkan para peneliti dari Universitas Teknologi Delft, Belanda, yang dipimpin Alberto Morpurgo. Dalam penelitian tersebut mereka menempelkan lapisan kristal plastik polimer jenis TTF setebal satu mikrometer dan kristal organik polimer lainnya jenis TNCQ dengan ketebalan yang sama.

Kedua jenis polimer termasuk insulator atau tidak menghantarkan listrik. Namun, hasil penggabungan keduanya menghasilkan gaya Van der Walls yang menyebabkan bidang permukaan yang saling menempel dapat menghantarkan listrik.

"Kedua permukaannya tidak mengalami perubahan fisika, namun kerja elektron di sepanjang permukaan yang berdekatan berubah," ujar Morpurgo. Pada kondisi normal, elektron-elektron pada setiap materi tidak dapat berpindah bebas, tapi pada kasus ini elektron dari TTF dapat melompat ke bagian yang disebut hole di TNCQ.

Mereka juga menemukan bahwa sifat konduktivitasnya justru naik saat berada di lingkungan yang lebih dingin. Sifat tersebut berkebalikan dengan sifat logam yang justru menurun kemampuannya menghantar listrik di lingkungan yang dingin. (KOMPAS/TPG images)

WAH
Sumber : NewScientist

Rabu, Juni 11, 2008

BPPT Bangun Lima Buoy Tsunami


JAKARTA--MI: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sedang membangun lima buoy tsunami sebagai komponen utama sistem peringatan dini tsunami, yang rencananya akan diluncurkan di penghujung 2008.

"BPPT sudah meluncurkan satu unit, lima sedang dalam proses pembuatan sejak 2007, jadi masih empat unit yang akan kita buat, plus satu unit cadangan," kata Kepala Pusat Teknologi Survei Kelautan BPPT Dr Ridwan Djamaluddin di sela peluncuran satu unit buoy tsunami bantuan AS di Tanjung Priok Jakarta, Selasa.

Ridwan mengatakan, Indonesia tentu saja tidak ingin tergantung pada bantuan asing dalam membangun sistem peringatan dini tsunami, sehingga dari 22 buoy yang direncanakan terpasang di sepanjang perairan selatan hingga ke utara Indonesia, 10 di antaranya harus merupakan buatan Indonesia sendiri.

Biaya produksi satu unit buoy buatan BPPT berikut biaya risetnya, menurut dia, mencapai Rp5 miliar yang dananya berasal dari APBN.

Saat ini, katanya, sudah dipasang enam unit buoy tsunami, yakni, dua buatan Jerman yang dipasang di perairan barat Sumatera, satu unit bantuan Malaysia di utara Aceh, satu unit buatan AS di barat Sumatera, dan satu unit buatan BPPT.

Buoy buatan AS yang di barat Sumatera dan buatan BPPT hilang, beberapa lama setelah dipasang. Namun, buatan BPPT sudah diganti dengan yang baru.

Dengan hadirnya buoy tsunami buatan NOAA AS yang akan dipasang di perairan selatan Bali kali ini, jumlah unit buoy yang telah diluncurkan menjadi tujuh unit.

Ridwan mengatakan, tidak semua buoy yang telah diluncurkan bisa bekerja dengan baik, misalnya buoy yang diluncurkan oleh Malaysia di utara Aceh ternyata terkendala kedalaman laut yang tak sesuai, demikian pula dua unit buoy milik Jerman yang belum bekerja lancar.

Sementara itu, peneliti dari Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) BPPT Achmad Witjaksono menyatakan bangga BPPT yang belum lama memiliki pengetahuan dalam pembuatan buoy sudah mampu membuat buoy dengan teknologi yang tak tertinggal.

"Buoy BPPT mampu mengirimkan data setiap tiga centimeter anomali ketinggian air ke satelit yang langsung diterima PTIK BPPT hanya dalam waktu 1,5 menit, lebih cepat dari data yang dikirimkan buoy milik Jerman," katanya.

Dua unit buoy bantuan Jerman, menurut dia, masih sering dikembalikan ke darat untuk diteliti.

Sementara itu, buoy DART (Deep-ocean Assesment and Reporting of Tsunamis) ETD bantuan AS menurut Ridwan menggunakan teknologi terbaru yang lebih kecil dan ringan dibanding buoy pendahulunya sehingga mudah diluncurkan oleh kapal yang lebih kecil.

Buoy DART ETD yang diluncurkan sejauh 300 km dari lepas pantai Bali selatan dan ditempatkan di laut dengan kedalaman 4.700 meter itu juga lebih ringkas untuk menghindari kerusakan di laut serta. (media indonesia/Ant/OL-06/AP/Ahmad Ibrahim)

Kunjungan Peserta Cerdas Cermat UUD 45 tingkat SLTA se-Indonesia di PP IPTEK


Rabu siang, tanggal 11 Juni 2008 antusiasme terlihat saat rombongan berseragam putih menginjakkan kakinya di entrance PP IPTEK. Mereka adalah para peserta lomba Cerdas Cermat UUD 45 yang tingkat SLTA se-Indonesia yang diselenggarakan MPR RI dari tanggal 11-13 Juni 2008 di studio TVRI. Rombongan yang bejumlah 202 orang ini merupakan gelombang pertama dari total 594 peserta lomba yang akan berkunjung ke PP IPTEK, 392 orang sisanya akan datang pada 12 dan 13 Juni 2008.

Para peserta lomba terlihat sangat senang dapat belajar sambil bermain dengan memperagakan alat peraga interaktif yang tersebar digaleri PP IPTEK, mereka didampingi oleh 30 orang staf sekjen MPR. Selain mencoba alat peraga interaktif yang berjumlah kurang lebih 250 alat, para peserta lomba juga sangat antusias saat merasakan Gempa Bumi buatan yang dihasilkan oleh alat peraga Simulasi Gempa di lantai satu galeri PP IPTEK. Mereka juga sangat senang bisa meluncurkan Roket bertenaga air (Water Rocket) dengan tangannya sendiri. Peluncuran Roket Air memang setiap hari dilakukan di PP IPTEK dan bisa langsung di coba oleh seluruh masyarakat. Disamping itu PP IPTEK juga memiliki program menarik lainnya seperti Demonstrasi Sains, pemutaran film ilmiah, sanggar kerja dan Science Corner.

Dengan kunjungannya ke PP IPTEK, para peserta lomba selain diharapkan dapat memahami konstitusi dan UUD 45 juga diharapkan dapat menambah pengetahuannya di bidang Iptek, sehingga akan terwujud generasi penerus bangsa berwawasan Iptek yang dapat mengawal dan menjaga keutuhan NKRI. (promma/PP IPTEK).

Selasa, Juni 10, 2008

Es Ditemukan di Permukaan Mars


TUCSON, SENIN - Robot wahana antariksa Phoenix Mars Lander (PML) untuk pertama kalinya berhasil dioperasikan dan meninggalkan jejak kaki di tanah Planet Mars. Lengan robotik wahana PML berhasil diuji coba tepat sepekan setelah wahana PML mendarat di Planet Merah tersebut.


Wahana PML yang juga merupakan lab lengan robotik akan segera mengumpulkan sampel tanah dan es serta mengadakan penelitian terhadap sampel tersebut. "Sentuhan pertama ke tanah Mars memungkinkan kami untuk menggunakan lengan robotik secara akurat," kata David Spencer, manajer misi eksplorasi Phoenix di Jet Propulsion Laboratory, Pasadena, California.

"Hal itu menunjukkan prospek yang menjanjikan bagi penelitian di masa mendatang," tambah David Spencer. Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) berhasil menangkap gambar yang jelas tentang keberadaan es di lokasi pendaratan PML.

Misi utama NASA dari kehadiran PML di Mars adalah untuk mengkaji keberadaan es sebagai bukti senyawa organik yang merupakan unsur kimiawi pembentuk kehidupan di Planet Merah tersebut. Riset selama 3 bulan yang dipimpin oleh The University of Arizona di Tucson ini dijalankan oleh Jet Propulsion Laboratory milik NASA. (KOMPAS/gambar oleh NASA)


JIM
Sumber : AP

Senin, Juni 09, 2008

Potensi Racun Tikus dalam 10 Tumbuhan Tropis


Tumbuh-tumbuhan tropis yang banyak hidup di Indonesia ternyata mengandung zat yang dapat dimanfaatkan sebagai racun tikus. Peneliti Universitas Andalas (Unand) Padang, Prof Dr HM Sanusi Ibrahim, menemukan zat tersebut pada sepuluh jenis tumbuhan tropis yakni daun gamal, daun kulit manis, daun juar, daun sicerek, daun inai, kulit buah jeruk, biji pinang sirih, akar pinang sirih, dan biji pinang sinawa.


"Sumatera terletak pada garis khatulistiwa memiliki hutan tropis sebagai potensi yang luar biasa sebagai pabrik bahan kimia raksasa, sehingga cukup diminati peneliti untuk diteliti," katanya di Padang, Kamis (29/5). Manfaat tersebut djelaskan dalam makalah nya berjudul "Perkembangan Kimia Organik Bahan Alam Golongan Kumarin."

Sanusi dibantu mahasiswanya program S1 dan S2, meneliti kumarin terhadap 10 tanaman obat tradisional itu sejak 1994 sampai 2006. Penelitian--hingga berhasil mengukuhkannya sebagai Guru besar tetap Unand dari FMIPA itu pada 29 Mei 2008 adalah dengan rumus kimia 5,6 benzo-alfa-piron berhasil diisolasi/diidentifikasi dari tumbuhan daun gamal (gliricidiamaculata HBK), menyusul diisolasinya senyawa kandikanin dari daun kulit manis (cinnamomun zeylanicum G). Berikutnya dari daun juar (cassia siamea Lam) telah berhasil diperoleh senyawa kromon yang berupa isomer dari kumarin yaitu 5-propanonil-7-hidorksi-2-metil-kromon.

Penelitian tersebut dilanjutkannya lagi dan telah berhasil diisolasi dan diidentifikasi struktur kumarinnya dengan nama Calanolide E2 dari tumbuhan nyamplung (calophyllum inophyllum Linn). Begitu pula terhadap daun kumarin dilakukan dalam daun sicerek (clausena excavata burm f) memperlihatkan adanya 8-(3-metil-2-buteniloxy)-7 -oxofuro-(3,2-g) kumarin.

Kumarin juga ada pada daun inai (impatiens balsamina L) dengan struktur zatnya 6 -metoksi-7-hidoksi-kumarin, kemudian dari kulit buah jeruk (citrus amblycarpa Harsak) juga telah berhasil diidentifikasi kumarinnya dengan nama 5,7 -dimetoksi kumarin.

Dari biji pinang sirih (areca catechu L) diidentifikasi yaitu 4-metil-7-hidorksi-kumarin. juga dari akar pinang sirih (areca catechu L) 3-asam karbosiklat kumarin serta dari biji pinang sinawa (actinorhytis calapparia) yakni 7-amino-N, N-dietil-4-metil kumarin.

"Kini belum tampak adanya prioritas pembangunan dari pemerintah untuk melengkapi peralatan modern seperti spektroskopi masssa, resonansi magnit inti (Nuclear magnetic resonance) atau kekuatan 600 Mhz, difraksi sinar X (X Ray difraction) atau XRD, sehingga peneliti terpaksa meminta dukung dari negara lainnya," katanya. Sebagain besar penelitian didanai asing. (KOMPAS/Johnny TG)

Sumber : Antara

LIPI Siapkan Lima Konsep Pengembangan Energi Alternatif

Penulis : Siswantini

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sudah menyiapkan lima konsep untuk energi terbarukan, pengganti sumber energi bersumber dari bahan bakar minyak (BBM), seperti yang diarahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan dengan para periset konversi energi beberapa waktu lalu.

Menurut pakar konversi energi dari Deputi Jasa Ilmiah LIPI Jan Sopaheluwakan, ada lima konsep yang sudah dipersiapkan tahun lalu. ''LIPI bersama lembaga riset lainnya di antaranya BPPT, BATAN, akan menjadikan hidrogen dan metanol dalam satu paket. Saat ini LIPI lebih fokus dalam merancang produksi hidrogen dan metanol di Indonesia dalam jumlah besar, dan hargannya murah. Ini konsep pertamanya,'' kata Jan belum lama ini.

Menurut Jan, produksi metanol di Indonesia lebih visibel, aman, dan dari segi pemasaran ada konsumennya. Demikian juga dengan infrastruktur juga sudah ada. Metanol yang akan diproduksi nantinya akan bersumber dari sampah, batu bara, dan limbah industri otomotif.

Jan mencontohkan hasil buangan batu bara di langit bisa ditangkap dan dijadikan hidrogen serta metanol, sehingga produksi emisi baru bara bersih tanpa karbon. Demikian juga dengan pengolahan sampah akan menghasilkan gas metan dan hidrogen yang potensial, yang nantinya akan dikonversi sebagai energi listrik.

''Pada dasarnya LIPI membuat konsep yang disesuaikan dengan konsep di setiap wilayah dalam konversi ini. Jakarta misalnya bisa membuat gas metan dan hidrogen dari sampah. Sedangkan daerah penghasil batu bara bisa memanfaatkan limbah yang dibuang itu menjadi metanol dan hidrogen. Kalau daerah yang banyak anginnya seperti NTT, cocoknya energi angin atau energi surya, dan sebagainya,'' papar Jan.

Kedua, para periset energi juga telah memikirkan untuk membuat penyimpanan hidrogen dan metanol dalam skala besar, termasuk distribusi dan pemasarannya. ''Kapasitasnya belum selesai dihitung, namun saya yakin cukup besar, karena jumlah sumber energi alternatif di Indonesia tidak terbatas.''

Ketiga, LIPI pun merancang pembuatan fuel cell. Energi fuel cell merupakan energi alternatif di masa mendatang yang sedang dikembangkan, dan bisa menjadi pengganti energi dari bahan bakar minyak (BBM). Energi fuel cell yang berbahan bakar hidrogen punya keunggulan sifat transportable, ramah lingkungan, dan mempunyai efisiensi tinggi.

Keempat, fuel cell ini akan digunakan pada kendaraan bermotor, laptop, ponsel, rumah tangga, maupun power plant besar. ''keistimewaannya tidak menimbulkan polusi, tidak ada bunyi, dan efisien dibandingkan energi lainnya,'' jelas Jan.

Apalagi energi fuel cell berpeluang memberikan perubahan yang besar dalam konsep penggunaan energi, karena keunggulannya teknologi itu berbasis hidrogen, dan sering disebut sebagai microchip di bidang energi.

Fuel cell diciptakan pertama kali oleh Sir William Grove pada tahun 1839. Grove menemukan bahwa ternyata air bisa terurai menjadi hidrogen dan oksigen ketika diberi arus listrik. Proses ini kemudian dinamakan elektrolisis. Ia lalu berhipotesis bahwa jika proses tersebut dibalik untuk menghasilkan listrik dan air. Lima puluh tahun kemudian, Ludwig Mond dan Charles Langer memopulerkan istilah fuel cell ketika sedang membuat model praktis untuk menghasilkan listrik.

Fuel cell pada dasarnya adalah alat konversi energi elektrokimia. Ia mampu mengubah senyawa hidrogen dan oksigen menjadi air, dan dalam prosesnya menghasilkan listrik. Beda dengan baterai yang mengubah semua senyawa kimia di dalam tubuhnya menjadi listrik dan kemudian habis sehingga harus dibuang atau mesti diisi ulang memakai catuan daya, senyawa kimia di fuel cell terus mengalir di dalam selnya secara konstan sehingga tidak pernah mati.

Kelima, edukasi kepada masyarakat bahwa pengolahan energi alternatif untuk dijadikan energi listrik non BBM memiliki nilai jual tinggi. ''Bila di daerah itu bisa mengolah energi alternatif, dan kapasitasnya lebih bisa dijual ke PLN. Daerah pun punya pendapatan lain dari penjualan energi alternatif ini.''

Sedangkan menurut Achiar Oemry peneliti Puslit Fisika LIPI, gambaran harga hidrogen saat ini dalam skala produksi US$3,5 per kilogram. ''Untuk satu kilogram hidrogen sama dengan empat liter bensin. Namun dalam perkembangannya harga akan diturunkan menjadi US$1,5. Artinya harga hidrogen tidak sampai US$1 seperti harga premium saat ini di pasar internasional. Jelas lebih murah dan ekonomis.

Diakuinya produksi hidrogen di dunia kian sedikit, namun tren kenaikan harga minyak dunia terus meroket, hidrogen akan menjadi primadona. ''Harganya pun sangat kompetitif. Saya yakin harganya akan terus naik apabila harga minyak terus meroket. Apalagi untuk Indonesia, hidogren itu sangat visibel. Banyak sumber yang bisa diproduksi menjadi hidrogen, dari sampah, biomassa, gas alam, dan sebagainya. Dan energi yang dihasilkan lebih bersih.''

Menurutnya penggunaan hidrogen ini juga akan membantu pengurangan emisi karbon yang dihasilkan oleh energi fosil seperti sekarang ini. (Media Indonesia/Nda/OL-2)

Jumat, Juni 06, 2008

Bakteri Hidup di Es Greenland

BOSTON, SELASA - Tim ilmuwan Pennsylvania State University menemukan spesies bakteri yang hidup dalam es Greenland. Tempat hidupnya berada di lapisan es yang membeku sejak 120.000 tahun dan pada kedalaman sekitar 3,2 kilometer.


Bakteri yang baru ditemukan menambah daftar organisme renik yang tahan di lingkungan ekstrem. Sebab, bakteri yang disaring dari lapisan es yang dicairkan tahan hidup dalam ruangan inkubasi yang bernutrisi rendah dan tanpa oksigen. Dinamai Chryseobacterium greenlandensis, spesies tersebut memiliki kekerabatan genetik dengan bakteri-bakteri yang hidup di tubuh ikan, lumpur laut, dan akar tumbuh-tumbuhan tertentu. Namun, hanya ada sekitar 10 spesies bakteri semacam ini yang hidup di lapisan es kutub maupun sungai gletser.

"Mikroba mewakili lebih dari sepertiga biomassa Bumi, namun baru 8.000 mikroba yang dideskripsikan dari sekitar tiga juta spesies yang diperkirakan ada," ujar Jennifer Loveland-Curtze, salah satu peneliti senior Penn State. Ia menjelaskan temuan tersebut dalam pertemuan rutin Masyarakat Mikrobiologi Amerika (ASM) ke-108 di Boston, Massachusetts, Selasa (3/6).

Para peneliti berharap, melalui bakteri tersebut dapat dipelajari bagaimana sel dapat tetap hidup dalam kondisi ekstrem. Penelitian tersebut juga akan mengungkap bagaimana sel mengubah sifat biokimia dan fisiologi untuk menghadapi perubahan kondisi lingkungan. Kemampuan ini juga menjadi referensi para ilmuwan untuk mencari bentuk kehidupan yang mungkin terdapat di planet-planet lain. (KOMPAS, Rabu, 4 Juni 2008 | 10:35 WIB)

Artikel Terkait:

WAH
Sumber : PHYSORG, gambar oleh Jennifer Loveland-Curtze/Penn State

Indonesia Ikut Kontes Robot Internasional di India


ANTARA/Eric Ireng

Indonesia akan mengikuti kontes robot tingkat internasional ABU Robocon 2008 yang akan digelar di Pune, India pada 31 Agustus mendatang, diikuti 20 tim robot dari berbagai negara di dunia.

"Lomba ke-6 yang diselenggarakan di luar Jepang ini untuk peserta dari negara-negara anggota ABU (Asia-Pasific Broadcasting Union) yang beranggotakan lebih dari 100 stasiun televisi dan radio dari 50 negara. Indonesia diwakili Televisi Republik Indonesia (TVRI) sebagai anggota, " kata Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas, Fasli Jalal, di Jakarta, Selasa.

Tim Indonesia dipilih dari hasil seleksi Kontes Robot Indonesia (KRI) 2008 yang digelar secara bertahap mulai kontes regional pada empat wilayah yaitu Pekan Baru, Jakarta, Yogyakarta dan Surabaya. Pemenang dari keempat kontes regional diikutsertakan dalam Kontes Nasional KRI 2008 yang akan berlangsung 14-15 Juni 2008 di Jakarta.

Sebanyak 24 tim dari perguruan tinggi yang memenuhi persyaratan dapat berpartisipasi dalam KRI 2008. Ketentuan pertandingan KRI 2008 mengacu pada ketentuan baku dari ABU Robocon 2008, dimana setiap tim terdiri atas tiga orang mahasiswa dan satu orang dosen pembimbing, yang akan merancang, membuat, mengoperasikan robot manual, otomatis dan mengatur strategi.

Fasli mengatakan untuk KRI 2008 Ditjen Dikti Depdiknas bekerjasama dengan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) yang telah berpengalaman dalam penyelenggaraan KRI tahun-tahun sebelumnya.

Tujuan KRI sendiri, katanya, untuk menumbuh-kembangkan kreativitas dan minat para mahasiswa dalam teknologi maju, khususnya teknologi robotika yang sangat dibutuhkan bagi industri. Ia menambahkan, KRI diikuti semua perguruan tinggi di seluruh Tanah Air baik negeri maupun swasta. Setiap tim harus membuat satu robot manual dan maksimum tiga robot otomatis. Berat total seluruh robot tidak boleh melebihi 50 kilogram dan batas tegangan catudaya tidak melebihi 24 volt.

Setiap tim harus berusaha mengambil sat balok mentega kuning di belanga yang berada paling atas dan dua balok mentega putih di belanga yang lebih rendah serta memindahkan dari tempatnya. Robot lainnya bisa mengambil belanga tanah yang berisi bola keju untuk dimasukkan ke dalam keranjang (basket). Setiap tim hanya diberikan satu kali kesempatan mengulang.

Tim yang berhasil mengambil tiga balok mentega dari atas mangkok dan mengambilnya ke atas, akan dinyatakan sebagai 'Govinda' dan langsung dinyatakan sebagai pemenang dan pertandingan dinyatakan selesai.

"Jika tidak ada tim yang berhasil mencapai Govinda, tim yang mengumpulkan nilai paling banyak dalam waktu tiga menit tersebut dinyatakan sebagai pemenang," katanya. (Media Indonesia/Ant/OL-01)

Kamis, Juni 05, 2008

BE SMART !!! With “PP IPTEK Science Corner” ……..


Fenomena Ujian Nasional (UN) mulai mencuat dan menghangat di tengah masyarakat ketika bergulirnya standar kelulusan minimal 4,01. Pro kontra menghiasi media dan harian ibukota ketika itu, sebagian besar menyatakan penyesalan dan keberatannya atas keputusan Pemerintah tersebut. “Apakah UN dapat mengukur dan merepresentasikan hasil belajar siswa selama 3 tahun? Apa yang bisa diukur oleh soal-soal ujian yang hanya berjumlah puluhan soal dan dikerjakan selama 120 menit?” Begitu kira-kira ungkapan yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat.

Pemerintah melalui UN memang berusaha mengukur prestasi belajar dan menetapkan standardisasi lulusan berdasarkan kurikulum saat ini. Keinginan ini jelas baik dan wajar-wajar saja. Dengan adanya standardisasi, pemerintah dapat menentukan kebijakan pendidikan nasional, sekolah mana yang perlu dibantu, bantuan apa yang dibutuhkan, dst. Tapi sayangnya, pemerintah terlalu cepat menetapkan UAN sebagai instrumen untuk mengukur prestasi belajar siswa tanpa berusaha memikirkan alternatif solusi yang lain.

Di antara 6 bidang studi yang di UN-kan, matematika merupakan salah satu pelajaran yang menduduki rangking nilai paling buncit. Bidang studi ini memang tidak disukai oleh kebanyakan pelajar. Mereka menganggap matematika rumit dan membosankan karena dipenuhi oleh rumus yang tidak jelas manfaat dan aplikasinya. Hayu Puspitasari, alumni SMAN 5 Bandung, mengaku baru mengerti dan menikmati matematika ketika belajar di AS, saat mengikuti pertukaran pelajar tahun 2004/2005 lalu. Di AS, perhitungan matematika selalu dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya saat mempelajari vektor. Dalam soal diceritakan tentang perjalanan liburan seseorang ke suatu tempat yang menempuh jarak dan sudut tertentu. Saat itulah, ia baru memahami bahwa vektor sangat berguna dalam pemetaan. Padahal di Indonesia, ia belajar hal yang sama, namun tidak tahu maknanya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pelajar di Indonesia lebih beruntung dari pelajar di AS. “Konten materi kita lebih padat dan lebih sukar dibanding mereka”. Ini terbukti, setelah 11 bulan belajar di AS dan kembali ke Indonesia, ia tertinggal materi matematika selama 1 tahun. “Di AS, kita menggunakan satu rumus untuk menjawab berbagai persoalan sedangkan di Indonesia kita menggabungkan rumus untuk menjawab sebuah persoalan”.

R.K Sembiring dan Iwan Pranoto, penulis buku “Matematika yang menakjubkan” dan salah satu penulis terbaik “buku matematika SD” Pusbuk 2003 menegaskan, soal-soal matematika yang muncul dalam UN, masih menganggap matematika sama dengan berhitung. Padahal, paradigma pembelajaran matematika modern tidak sekedar aritmetika atau berhitung rutin tetapi telah bergeser ke arah proses nalar dan logika berpikir. Zaman sekarang 3R (Reading,wRiting and aRithmetic) mulai bergeser dan digantikan dengan 4R (Reading,wRiting, aRithmetic and Reasoning).

Mungkin sudah waktunya pola belajar matematika diubah ke arah yang lebih baik. Sikap guru yang terkesan “killer” juga mesti diganti dengan sikap yang lebih akomodatif dan menyenangkan sehingga “pressure” yang dialami siswa berubah menjadi “enjoy” dalam belajar matematika.

Pola-pola seperti ini coba diterapkan oleh Pusat Peragaan Iptek (PP IPTEK) di Taman Mini Indonesia Indah - Jakarta melalui program “Science Corner”. Program ini memang ditujukan untuk pengunjung anak dan remaja usia sekolah. Mereka bebas memilih permainan matematika yang diinginkan, seperti: membangun menara hanoi, tangram, ring puzzle, sudoku, magic number, berhitung cepat, dst. Tujuan program ini untuk mengenalkan matematika secara mudah, menyenangkan dan tanpa rumus. Sejak diluncurkan Januari 2006 silam, sudah ratusan anak yang mengikuti program ini. Mereka terlihat enjoy dan menikmati permainan. Program ini bisa diikuti oleh pengunjung PP IPTEK secara gratis setiap hari dari Senin hingga Minggu dari jam 9-16 WIB.

Semaraknya kegiatan bernuansa matematika memang diperlukan oleh masyarakat khususnya kalangan pelajar untuk merubah image matematika yang membosankan dan menakutkan menjadi menarik dan menyenangkan. Walaupun belum menjadi solusi terbaik dalam menyelesaikan problematika UN, namun setidaknya mampu menumbuhkan minat anak dan remaja untuk menyenangi matematika, dan siapa tahu… di masa mendatang problematika UN bukan lagi masalah besar bagi bangsa ini. (Supiyan, Staf Pengembangan Program PP IPTEK)

Rabu, Juni 04, 2008

ASYIKNYA BELAJAR FISIKA

DI PROGRAM TEMATIK

By. Feti anita T

Pada dasarnya belajar merupakan usaha yang dilakukan untuk mendapatkan perubahan tingkah laku yang terjadi secara sadar. Hal ini diperlihatkan dengan bertambahnya wawasan dan pengetahuan, sikap yang semakin positif, dan ketrampilannya semakin baik. Sehingga belajar merupakan perubahan tingkah laku karena adanya usaha yang dilakukan secara sadar. Mengingat hal tersebut, maka perubahan tingkah laku tanpa suatu usaha dan tanpa disadari bukanlah suatu proses belajar. Belajar meliputi beberapa hal terkait dengan pelajaran yang ditempuh secara akademis maupun pelajaran di dapat dalam kehidupan sehari-hari. Pelajaran yang ditempuh secara akademis mutlak dilakukan bagi masyarakat pebelajar pada suatu sistem pendidikan. Hal yang terkadang kurang disukai oleh banyak kaum pelajar adalah adanya serangkaian program pelajaran yang tidak diminati tetapi harus diikuti. Contohnya, tidak banyak pelajar yang menyukai pelajaran eksak, namun karena eksak diprogramkan dalam sistem pendidikan maka pelajar harus mengikuti aturan tersebut. Tidak mudahnya siswa memahami dan mempelajari pelajaran eksak mengakibatkan adanya kesan yang buruk pada pelajaran eksak, yaitu pelajaran eksak adalah pelajaran yang sulit.

Pengajaran dan pembelajaran bidang eksak seperti fisika dan kimia melibatkan kemampuan dalam memperkirakan sesuatu dengan memanfaatkan daya berfikir dan kreatifitas yang cukup tinggi. Mempelajari ilmu pengetahuan alam dan matematika diperlukan pemahaman dalam konsep yang matang dan bersifat menyeluruh. Membayangkan suatu kejadian yang bersifat tidak nyata dan mengkaitkan secara matematis kerap kali membuat pelajar merasa kesulitan. Benda-benda atau segala sesuatu yang hanya mampu di bayangkan tersebut akan mengakibatkan kaum pebelajar merasa putus asa dan memberikan citra negatif terhadap pelajaran eksak. Banyak pendekatan yang dilakukan untuk bisa membantu proses berfikir siswa dalam memahami pelajaran pada umumnya. Konstruktivisme merupakan pendekatan pembelajaran yang sedang populer dikalangan kaum pebelajar. Dimana pendekatan konstruktivisme merupakan proses pembelajaran yang menerangkan bagaimana pengetahuan disusun dalam otak pelajar dan pengetahuan dikembangkan secara aktif oleh pelajar itu sendiri.

Pendekatan konstruktivisme lebih mengutamakan bagaimana proses pengetahuan itu disusun dalam pemikiran pelajar setelah pelajar mengalami sesuatu hal. Berdasarkan pendekatan inilah kemudahan yang didapat siswa dalam mempelajari dan memahami pelajar eksak yaitu dengan mengalami sendiri atau melakukan percobaan tentang materi terkait. Dengan mengadopsi tujuan dari pendekatan konstruktivisme maka dibuatlah Program Tematik di Pusat Peragaan IPTEK, untuk memberikan pelayanan yang lebih bagi pengunjung pelajar yang benar-benar ingin mendapatkan pengetahuan.

Misalnya dalam pelajaran fisika begitu sulit siswa memahami tentang kelistrikan, apa dan bagaimana suatu benda dapat menghantarkan listrik, atau bagaimana bola lampu bisa menyala tidak cukup hanya di hafalkan saja, tapi siswa melakukan penelitian dan percobaan sendiri. Apabila hal ini sulit untuk dilakukan disekolah atau dirumah maka pelajar bisa mengikuti program tematik pada Pusat Peragaan IPTEK TMII. Pada Program Tematik akan dibahas tentang kelistrikan yang akan dijelaskan oleh explainer-explainer yang berpengalaman dari universitas negeri di Jakarta. Setelah itu siswa-siswa bisa mencoba alat peraganya digaleri alat peraga wahan listrik dan magnet, disana banyak sekali alat peraga yang mampu menjelaskan fenomena listrik. Jadi siswa-siswa tidak lagi bingung bagaimana membuat rangkaian seri paralel pada rangkaian listrik. Seperti halnya dengan katrol, betapa sulitnya menghitung besarnya keuntungan mekanik untuk mengetahui katrol seperti apa yang memberikan keuntungan mekanik yang besar, tapi dengan mencoba sendiri mengangkat benda dengan katrol maka seseorang akan tahu, mana katrol yang memberikan keuntungan mekanik yang besar. Jelasnya dengan alat peraga yang bersifat interaktif siswa akan lebih mudah memahami pelajaran eksak yang konon menjadi momok dalam pelajaran disekolah.

’ Program Tematik merupakan pelayanan yang diberikan kepada sekelompok Pelajar yang berkunjung ke PP IPTEK untuk mendapatkan tambahan pengetahuan mereka mengenai materi pelajaran yang sedang dipelajari disekolah melalui pendekatan demonstratif dan interaksi beberapa alat peraga dalam satu tema materi pelajaran yang dibimbing oleh Explainer ’

Dalam Program Tematik banyak tema yang di tawarkan mulai dari SD, SMP dan SMA. Istilah tematik digunakan karena penyajian program di tawarkan berdasarkan tema materi yang sedang di pelajari oleh siswa di sekolah. Tematik memberikan bahasan yang lebih mendalam tentang satu alat peraga atau satu tema. Biasanya pengunjung pelajar sangat antusias mengikuti program ini. Program ini bisa diikuti secara gratis atau tanpa dipungut biaya di PP IPTEK, tapi dengan syarat sekolah telah melakukan konfirmasi kunjungan sekurang-kurangnya tiga hari sebelum waktu kunjungan. Nah, jika ingin tahu betapa mudah dan asyiknya belajar fisika, ikuti aja Program Tematik PP IPTEK....

Untuk informasi lebih lanjut, dapat dilihat pada www.ppiptek.or.id, atau menghubungi nomor telepon 021-8401488; dapat juga berkirim email ke info@ppiptek.or.id, atau berkunjung langsung ke PP IPTEK di TMII setiap hari jam 08.30 – 17.00 wib

(Feti Anita T, Staf Pengembangan PP IPTEK)

Adobe.com sajikan layanan on-line pengolah dokumen serba lengkap.

Maraknya konektivitas on-line band-with Internet ibarat menjadikannya bagai jalur tol bebas hambatan yang bersimpang siur ke seluruh dunia. Seperti halnya jalan tol dimana para pebisnis kemudian berlomba menyajikan beragam layanan bisnis di sepanjang jalur yang tersedia; mulai dari yang paling sederhana seperti layanan pom bensin dan toilet umum berbayar, atau pun hingga layanan yang lebih kompleks seperti resto bahkan FO : Factory Outlet.
Jalur bebas hambatan dunia Internet pun menghadirkan peluang baru yang sungguh menarik minat bagi bisnis antara lain yakni piranti lunak aplikasi pengolah dokumen kerja perkantoran, yang hingga masa ini didominansi Office keluaran Microsoft yang bekerja pada komputer desktop setelah menginstalasi terlebih dahulu. Untuk merebut pangsa pasar yang ada tidak kurang dari Google selaku raksasa bisnis IT yang memang dibesarkan dalam dunia on-line Internet telah mengetengahkan Google-Docs.

Dan kini developer aplikasi yang dikenal unggul dalam spesialisasi aplikasi multi-media dan amat terkenal terutama dengan aplikasi PDF : Portable Document Format ---yang secara tidak resmi praktis telah menjadi standard tersendiri untuk format dokumen portabel--- yakni Adobe sejak kemarin telah meluncurkan layanan penyunting dan olah dokumen via web : Adobe.com. Peluncuran layanan ini memang mendahului dengan akan mulai diperjualbelikannya Acrobat 9.
Seperangkat layanan on-line yang terbilang lengkap tersedia dari situs Adobe.com : Share, Create PDF, Adobe Buzzword, Adobe ConnectNow and My Files. Lebih jauh daripada layanan terbatas sekedar pembuatan dokumen PDF on-line yang telah ada sebelumnya; maka seperangkat aplikasi yang tersedia kali ini selain lebih banyak juga semakin lengkap dengan kemampuan on-line collaboration sesuai kebutuhan apabila suatu kerja butuh untuk digarap bersama secara on-line via web : Adobe Buzzword. Aplikasi berbasis web untuk penyunting dokumen mampu mengolah cuplikan beragam file gambar ; JPEG, GIF, dan PNG, selain file PDF, HTML, *txt, dan *doc.
Adobe ConnectNow menawarkan layanan video komunikasi tatap-muka on-line : video conference lengkap dengan alokasi alamat URL tertentu bagi para pengguna. Adapula fitur layanan chat pod dan remote access.
Layanan MyFiles untuk penyimpanan file pengguna ditawarkan dengan kapasitas simpan sebesar : 5GB.

Layanan on-line Adobe.com bekerja pada komputer dengan OS Windows { XP dan Vista } maupun Mac OS-X. Apabila menginginkan bekerja dengan segala layanan Adobe di atas tidak secara on-line; maka para pengguna dapat juga melakukan dn-lo dan instalasi Adobe AIR versi beta ---“Acrobat.com for My Desktop”---
Kajian review portal IT : C|NET dan Softpedia memberi nilai positif atas layanan terbaru langkah Adobe melakukan terobosan berani untuk berlomba dalam persaingan layanan pengolah dokumen kerja perkantoran berbasis web yang dipandang akan segera menjadi trend massal dalam dunia Internet on-line dalam jangka waktu singkat mendatang.


Sumber: Up dates situs CNET dll. / Rizal AK/iptek net

Senin, Juni 02, 2008

Kutub Utara Tanpa Es Mulai Tahun Ini

JAKARTA, MINGGU - Kenaikan suhu di kawasan Arktik, kutub utara, menyebabkan pencairan es yang semakin cepat dan meluas. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, wilayah kutub utara mungkin tanpa es pada musim panas tahun ini.

"Kami memprediksi tahun ini kawasan kutub utara mungkin bebas dari es untuk pertama kalinya," ujar David Barber, peneliti dari Universitas Manitoba, yang tengah melakukan ekspedisi dengan kapal pemecah es Kanada, CCGS Amundsen.

Pendapat Barber didukung pengamatan langsung dan citra satelit. Data menunjukkan, sebagian besar es di sana merupakan lapisan muda yang berusia kurang dari setahun. Lapisan tersebut terbentuk sepanjang musim dingin.

Es muda sangat rapuh dan berisiko mencair pada musim panas lebih tinggi dari es abadi yang terbentuk sejak bertahun-tahun. Kenaikan suhu juga berisiko mencairkan lapisan es yang lebih tebal meskipun ada peluang bertahan pada musim panas tahun ini.

Perkiraan ini lebih cepat daripada prediksi selama ini. Pada model iklim sebelumnya, kawasan es Arktik diprediksi baru bebas es untuk pertama kalinya pada tahun 2013-2030. Hal tersebut menunjukkan ancaman pemanasan global datang lebih cepat. "Kita kehilangan 65 persen lapisan es di belahan utara dalam setahun," ujar Barber. Rekor pencairan yang dirasakan tahun lalu, menurut para ilmuwan, disebabkan kombinasi arus hangat, angin kering, dan sinar matahari yang terik. Kombinasi yang merusak itu belum tentu terjadi tahun ini, namun dampaknya sudah mulai terlihat.

Kawasan yang mencair sebenarnya segera tertutup kembali lapisan es karena musim dingin yang juga ekstrem. Namun, lapisan es yang terbentuk terlalu tipis sehingga rentan pecah dan mencair. (sumber: Kompas/Ralph Lee Hopkins/National Geographic/Getty Images)

WAH