Logo Pusat Peragaan Iptek

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Penemu Cilik

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kontes Robot 2014

Kontes Robot dengan tema Robot Agrikultur untuk siswa SMP dan SMA se-Indonesia.

Penemu Cilik

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Buy One Get One Free

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Blog Archive

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin || Pendaftaran Kontes Robot 2014 diundur sampai dengan 8 Agustus 2014

Selasa, Mei 25, 2010

Dari Discovery Camp PP-IPTEK menuju The 2nd ASEAN +3 Student Camp and Teacher Workshop

Jumat 21 – 23 Mei 2010, Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menggelar kegiatan perkemahan ilmiah. Berbeda dengan kegiatan sejenis yang sebelumnya telah diadakan, perkemahan ilmiah yang diberi nama “Discovery Camp” ini diikuti oleh para siswa dan guru terpilih dari berbagai sekolah. Kegiatan bertema “Biodiversity Exploration For Our Future” ini diadakan dalam rangka mencari siswa dan guru berbakat untuk mewakili Indonesia dalam kegiatan The 2nd ASEAN +3 Student Camp and Leader Workshop di Korea bulan Juli nanti.

Kegiatan Discovery Camp dibuka oleh Karya Subarman (Kepala Divisi Administrasi PP-IPTEK) dengan dibantu perwakilan guru dan siswa, demonstrasi “Coloring Flower dan Hidden Message”menandai dibukanya kegiatan Discovery Camp secara resmi. Acara pembukaan ini dihadiri oleh seluruh peserta, orang tua murid, pegawai dan pimpinan PP-IPTEK, serta Prof. Yohanes Surya yang merupakan salah seorang narasumber dalam kegiatan tersebut.

Special Lecture oleh Prof. Yohanes Surya tentang Future Technology merupakan kegiatan pertama yang diikuti para peserta, dilanjutkan dengan Special Lecture “Discovery Biodiversity” oleh Dr. Apriliana Laely Fitri (Pembantu Dekan FMIPA UNJ). Setelah cukup mendapat pembekalan materi, kegiatan selanjutnya adalah presentasi paper yang sebelumnya telah dibuat oleh tiap siswa dengan tema “Biodiversity Exploration For Our Future”. Sementara para siswa mempresentasikan paper, para guru mengikuti Workshop “Learning Through Art Science Inquiry Approach” .

Kegiatan hari kedua diawali dengan olahraga dan games yang diikuti oleh seluruh peserta dan panitia yang dilakukan di halaman PP-IPTEK yang memang rimbun oleh pepohonan dengan udara pagi yang sejuk. Setelah itu para peserta diajak bergabung dalam kegiatan “Green Wave” yaitu penanaman 1000 pohon yang juga diadakan oleh PP-IPTEK pada hari tersebut.

Setelah break sejenak, para peserta kemudian mengikuti kegiatan selanjutnya yaitu workshop “DNA Learning”, dan melakukan science tour dengan mengunjungi Museum Seranggga. Untuk meredakan kepenatan setelah seharian beraktifitas, malam harinya para peserta siswa menunjukkan kebolehannya dalam bidang seni dalam kegiatan “Creativity Culture Performance”.

Pada hari terakhir peserta melakukan kunjungan ilmiah ke Pusat Primata Schmutzer Ragunan, dari hasil kunjungan ini para peserta secara berkelompok membuat tulisan tentang salah satu primata yang ada di sana. Tulisan ini kemudian dipresentasikan di hadapan Dewan Juri dan merupakan bagian akhir dari penilaian untuk kegiatan Discovery Camp.

Dari seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilakukan selama tiga hari tersebut dan atas penilaian para juri terhadap presentasi yang dilakukan para peserta maka terpilih siswa-siswi yang berhak mewakili Indonesia di The 2nd ASEAN +3 Student Camp and Leader Workshop Korea yaitu, Eleonora Jade M dari SMPN 111 Jakarta, Maulana Permana Ajie dari SMPN 19 Jakarta, Tara Annisa dari SMPN 19 Jakarta, Nadiza Affisa Sukmana dari SMPN 115, dan Wahyu Fathurrahman dari SMP Al Azhar 1 Jakarta. Sedangkan Guru yang erpilih adalah Gusrita dari SMPN 1 Jakarta.

Walaupun tidak terpilih, tidak sedikitpun terpancar kekecewaan diwajah para peserta yang lain dikarenakan mereka telah melakukan yang terbaik selama kegiatan berlangsung, selain itu kegiatan ini juga telah memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi para peserta. Kegiatan secara resmi ditutup pukul 18.15 WIB oleh Dr. Sadjuga dari Kementerian Ristek dan Teknologi.[pp-iptek]

PP-IPTEK Mengikuti The 6th APEC Forum for Gifted in Science

Pada tanggal 17 – 19 Mei 2010, Indonesia berpartisipasi pada The 6th APEC Forum for the Gifted in Science di Seoul, Korea Selatan yang diwakili oleh Putu Lia Suryaningsih – Kepala Sub Divisi Promosi & Kerjasama dari Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK).

Pertemuan ini dihadiri oleh 14 peserta dari China, China Taipei, Malaysia, New Zealand, Singapore, Phillipines, Vietnam, Thailand dan Indonesia serta Korea Selatan sebagai tuan rumah. Kegiatan ini dilaksanakan di Seoul National University.

Para peserta yang terdiri dari Institusi, akademisi, Stakeholder dari Kementerian Pendidikan dan Science Center dari beberapa negara tersebut, sebelumnya telah membuat tulisan secara individual mengenai “Green Growth” dalam hubungannya dengan kegiatan bagi anak cerdas dan berbakat. Tulisan ini kemudian dipresentasikan oleh masing-masing peserta kepada peserta lainnya serta undangan dan stakeholder dari APEC Mentoring Center for the Gifted in Science (AMGS), Korea Science Academy (KSA) dan Kementerian Pendidikan, Sains dan Teknologi - Korea Selatan. Selain itu, pertemuan ini juga membahas tentang persiapan teknis untuk kegiatan The 3rd APEC Future Scientist Conference yang akan dilaksanakan di China Taipei (Taiwan) pada tanggal 11-15 April 2011.

Dalam 14 presentasi yang disajikan oleh masing-masing peserta dari tiap negara, dijabarkan tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing negara untuk menangani anak-anak cerdas dan berbakat. Sementara untuk Indonesia dan Thailand yang diwakili oleh Science Center menampilkan tentang kegiatan khas Science Center yang dilakukan dimasing-masing Science Center. Indonesia menampilkan tentang kegiatan “Green Wave” yang dilakukan pada tanggal 21-23 Mei 2010, termasuk mengenai kegiatan Discovery Camp, Binokuler serta Outreach Program. Sementara Thailand yang diwakili oleh National Science Museum (NSM) menampilkan tentang “National Science & Technology Exhibition”.

Semua aktivitas tersebut telah memberikan pengalaman baru bagi para peserta serta menambah wawasan serta jalinan kerjasama dan persahabatan dengan peserta dari ekonomi lainnya.

The 6th APEC Forum for the Gifted in Science dirasakan besar manfaatnya untuk membangun pencitraan PP-IPTEK dan RISTEK, yang dapat digunakan sebagai alat diseminasi dan promosi dalam mengembangkan kerjasama dengan berbagai pihak.[pts/pp-iptek].

Senin, Mei 24, 2010

PENCANANGAN “GREEN WAVE” ACTION DI PP-IPTEK

Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) sebagai lembaga pemerintah di bawah Kementerian Riset dan Teknologi akan mencanangkan program "Green Wave" Action yang merupakan salah satu bentuk partisipasi PP-IPTEK dalam menggerakkan Program Green Wave dunia.

Pencanangan program Green Wave ini dilaksanakan di Pusat Peragaan Iptek pada hari Sabtu 22 Mei 2010 yang bertepatan dengan Hari Internasional untuk Keanekaragaman Hayati (The International Day for Biological Diversity). Pembukaan acara pencanangan ini ditandai dengan dipukulnya gong oleh Hendra Suryanto, Kepala Divisi Operasi PP-IPTEK yang didampingi oleh Joko Budiono,Koordinator Unit Kerja TMII dilanjutkan dengan penyerahan pohon secara simbolis kepada dua orang guru dan dua orang siswa yang turut hadir, dan juga diramaikan oleh pertunjukkan musik barang-barang bekas dari Sekolah Alam Bogor. Secara serempak, pada pukul 10.00 waktu setempat, para siswa menanam pohon di sekolah untuk menciptakan “Gelombang Hijau” di seluruh dunia. Foto dan informasi dapat di upload ke website The Green Wave di http://greenwave.cbd.int untuk berbagi informasi tentang kegiatan tersebut.

Pada program ini, PP-IPTEK menggelar beberapa kegiatan bertemakan "One School, One Tree, Save The World" yang akan berlangsung selama dua hari 22-23 Mei 2010, pukul 09.00-16.30 WIB. Kegiatan tersebut antara lain Penanaman 1000 pohon, Pemberian pohon kepada sekolah, Bazar tanaman, Seminar lingkungan hidup, "Green" Family Workshop seperti Trash Art Workshop, Making Recycle Paper, "Green" Science Demonstration, "Green" Science Cinema, dan Music Performance.

Selama satu minggu sebelumnya PP-IPTEK telah mulai membagikan berbagai jenis pohon kepada sekolah-sekolah yang melakukan kunjungan di PP-IPTEK. Pengadaan pohon-pohon ini merupakan kerjasama PP-IPTEK dengan PUSPIPTEK serpong.

Kegiatan Green Wave ini mendukung peningkatan kepedulian, kesadaran dan edukasi baik bagi sekolah maupun masyarakat tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati Indonesia, dalam upaya mengurangi dampak pemanasan global sekaligus menumbuhkembangkan kecintaan masyarakat terhadap keanekaragaman hayati tersebut.[hum/pp-iptek]

Senin, Mei 17, 2010

WORKSHOP NASIONAL “CREATIVE TEACHING IN GLOBALIZATION ERA”, SERANG, 16 MEI 2010

Globalisasi membawa dampak yang luas dan kompleks di segala kehidupan manusia termasuk dunia pendidikan, karena pendidikan mempunyai peran strategis dalam kemajuan suatu bangsa. Dalam skala nasional, mutu anak didik sangat ditentukan oleh profesionalisme para pendidik, seberapa jauh wawasan pendidik dalam beradaptasi dengan perubahan jaman dan perkembangan iptek. Suksesnya pendidikan apabila dapat mencetak manusia Indonesia yang bertaqwa, berkepribadian, berprestasi, berkebangsaan, serta berwawasan global.

Di sisi lain, kemampuan para pendidik dalam bertindak kreatif dan inovatif pun menjadi indikator kinerja suksesnya pendidikan. Bagaimana mentransfer pengetahuan secara tidak membosankan, bahkan sebaiknya harus menyenangkan dan berkesan, sehingga pengetahuan yang dikomunikasikan kepada anak didik dapat terus direkam dan dicerna dalam daya ingat mereka. Sangat penting untuk dapat mengembangkankan pola pendidikan yang mampu merangsang kecerdasan dan creativitas. Strateginya a.l. dalam proses pengenalan, pengalaman, penemuan, pengertian dan pengamalan.

Demikian paparan yang disampaikan oleh Finarya Legoh, Direktur PP-IPTEK, dalam Workshop Nasional sehari bertajuk “Creative Teaching in Globalization Era” yang diselenggarakan oleh JIMS Foundation Jakarta bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Serang, pada tanggal 16 Mei 2010 di Serang. Narasumber lainnya adalah : Prof. H. Ilzamuddin Ma’mur - “Mengoptimalkan Kecerdasan Multiple dan Creativitas Siswa” serta Jasim Samat Simon, produksi acara TV Take Him Out – “How to Make Class Creative and Improving Classroom Management”. Paparan disampaikan di hadapan guru-guru Kota Serang dari TK sampai dengan SMA, serta Dinas Pendidikan Kota Serang.

Paparan PP-IPTEK diselingi oleh demo sains yang dibawakan oleh fasilitator Taufiq, menampilkan contoh-contoh menarik dan berkesan bahkan menakjubkan karena seperti “sulap”, namun dapat dijelaskan dari sisi sains. Alat bantu demo ini dari bahan-bahan yang dapat dijumpai sehari-hari dan tidak beracun atau membahayakan, seperti pewarna makanan, soda kue, cuka, balon, dll. Demo interaktif a.l. : bermain musik dengan gelas, bagaimana menusuk balon tanpa pecah, bagaimana meledakkan balon hanya dengan kulit jeruk, bagaimana memompa balon dengan soda kue dan cuka, dll. Esensinya agar para guru dapat menyampaikan dan mengkomunikasikan fenomena sains kepada para pelajar dengan cara yang kreatif dan menarik, sesuai dengan tingkatan pembelajarannya.

Hal ini menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kota Serang dan JIMS Foundation Yakarta, untuk menjajaki kerjasama yang memungkinkan dengan PP-IPTEK. Peningkatan kualitas dan profesionalisme guru memang mutlak diperlukan untuk Kota Serang, oleh karena itu dijajaki kemungkinan untuk mengirimkan guru-guru mereka mengikuti berbagai workshop yang diadakan oleh PP-IPTEK.

Serunya para guru mencoba demo sains secara interaktif ini menjadikan mundurnya waktu penutupan workshop sekitar 1 jam. Akhirnya workshop ditutup pukul 18.00 wib dengan pesan untuk selalu kreatif, karena hal ini dapat menumbuhkan kecintaan siswa kepada iptek serta memberi inspirasi untuk menentukan karirnya di kemudian hari di bidang iptek (FL / PP-IPTEK).

Sabtu, Mei 15, 2010

SMPN 1 Jakarta Ikuti Kegiatan Science Camp di PP-IPTEK

Sabtu 15 Mei 2010 tidak kurang dari 82 orang siswa-siswi SMPN 1 Jakarta yang didampingi oleh 8 orang guru mengikuti kegiatan Science Camp di Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK). Science Camp PP-IPTEK merupakan perkemahan di alam terbuka yang bermanfaat melatih kemandirian sekaligus meningkatkan pemaham berbagai konsep dasar science melalui kegiatan pengamatan dan penelitian ilmiah.

Kegiatan perkemahan yang berlangsung selama dua hari ini (15 s/d 16 Mei) dibuka sekitar pukul 14.00 WIB oleh Bapak Hendra Suryanto. Pada pembukaan ini disampaikan berbagai hal dan aktifitas apa saja yang akan dilakukan selama kegiatan tersebut berlangsung sekaligus perkenalan para mentor dengan siswa-siswi peserta Science Camp.

Setelah acara pembukaan para peserta langsung sudah berkumpul sesuai dengan kelompoknya diajak oleh mentornya masing-masing untuk melakukan kegiatan pertama dalam rangkaian kegiatan Science Camp yaitu “Eksplorasi Alat Peraga Sains” di galeri PP-IPTEK. Pada kegiatan ini para peserta diminta untuk mengamati dan mencoba salah satu alat peraga untuk kemudian membuat rengkuman dan kesimpulan hasil pengamatan yang mereka lakukan. Laporan hasil eksplorasi ini kemudian dipresentasikan perkelompok di depan seluruh peserta yang lain.

“Literacy Science Night” merupakan aktifitas yang akan diikuti para peserta dihari pertama ini. Kegiatan ini berisi workshop membuat kamera Obscura yang dilanjutkan dengan pengamatan benda langit seperti Bintang, Planet, Bulan, dan lain sebagainya. Setelah melakukan pengamatan benda langit, para peserta diajak menuju ke ruang Auditorium untuk menyaksikan Science Cinema tentang Astronomi.

Rangkaian kegiatan pada hari pertama ini ditutup dengan acara api unggun dan game yang disajikan oleh para mentor dan melibatkan seluruh peserta kegiatan. Sekitar pukul 22.45 WIB para peserta dipersilahkan menuju tendanya masing-masing untuk beristirahat agar siap melakukan berbagai aktifitas pada hari berikutnya.[pp-iptek]

Selasa, Mei 11, 2010

Membuat Termometer Sederhana di PP-IPTEK

Sebanyak 43 siswa SMP Pelita Harapan yang terdiri dari 23 siswa kelas VII dan 20 siswa kelas VIII Senin (10/5) berkunjung ke Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) beserta para guru pendamping. Selain untuk mengeksplorasi alat peraga yang tersebar di galeri PP-IPTEK, siswa-siswi SMP Pelita Harapan juga mengikuti beberapa percobaan yang terangkum ke dalam kegiatan sanggar kerja sains dengan dua tema besar, yaitu Suhu dan Biologi.

Dalam percobaan bertema Suhu yang diikuti oleh siswa kelas VII, para peserta diajak untuk membuat termometer sederhana buatan mereka sendiri. Meskipun peralatan yang digunakan sederhana dan pada dasarnya dapat diperoleh dengan mudah, namun termometer buatan ini tetap memiliki prinsip yang sama dengan termometer yang sering digunakan dalam laboratorium maupun dalam bidang kedokteran. Setelah mengetahui cara membuat termometer, para peserta kemudian mencoba membandingkan cairan mana yang lebih baik digunakan dalam sebuah termometer sehingga mereka dapat mengerti mengapa termometer pada umumnya cenderung menggunakan bahan kimia tersebut.

Pada percobaan kedua yang mengambil tema Biologi, siswa-siswi kelas VIII SMP Pelita Harapan diajak bereksperimen dengan ikan. Dalam percobaan ini mereka mencoba mengamati bagaimana perilaku seekor ikan saat beradaptasi dengan lingkungannya, baik beradaptasi terhadap temperatur maupun kepekatan kadar garam dalam air. Percobaan terakhir ini menjelaskan mengapa ikan air tawar sulit untuk hidup di laut yang kadar garam dalam airnya lebih tinggi.[swcn/pp-iptek]

Senin, Mei 10, 2010

MELIHAT DENGAN SUARA

“Melihat dengan suara”, mungkin bagi sebagian orang awam kalimat ini masih terasa asing. Meskipun hampir sebagian besar diantara mereka mungkin pernah merasakan ataupun mengalaminya. Pernahkah anda pergi ke rumah sakit, lalu mendapatkan tindakan medis dengan rontgen, MRI, atau USG? Mengapa seorang dokter dapat melihat bagian dalam tubuh pasien?, begitulah kira-kira sekilas mengenai diskusi yang sangat menarik ini pada acara Bincang-bincang Sains dan Teknologi Populer (BINOKULER) yang berlangsung Minggu (9/5) di Aula Entrance Gedung Pusat Pergaan Iptek – TMII Jakarta.

Dr. Warsito P. Taruno dari Kementrian Riset dan Teknologi hadir sebagai Narasumber dalam acara Binokuler yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam ini. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa dalam perkembangan iptek sekarang ini, gelombang suara dapat dimanfaatkan untuk melihat benda-benda yang sulit dijangkau oleh indera penglihatan kita, seperti misalnya bagaimana melihat keadaan janin dalam kandungan seorang ibu, melihat adanya penyakit kanker/tumor, melihat dinding bagian luar dari pesawat antariksa, dsb.

“kami sering melihat di pasar ada yang menjual alat untuk mengusir tikus atau nyamuk, apakah ada hubungannya dengan suara?” tanya seorang ibu yang menyaksikan bincang-bincang ini. “Ya, alat tersebut menggunakan gelombang suara. Ada gelombang-gelombang suara yang kita (manusia) tidak bisa mendengarnya tetapi beberapa hewan bisa mendengar”, jawab Dr. Warsito.

Seperti halnya manusia kebanyakan tidak menyukai suara yang tidak enak terdengar (tidak harmonis) seperti, bunyi gesekan bambu, dan sebagainya. Begitu juga dengan hewan, gelombang suara yang dipakai pada alat pengusir menggunakan frekuensi tertentu yang hewan tersebut tidak menyukainya. Aplikasi lain dari pemanfaatan gelombang yaitu dapat mendeteksi kerusakan/karat hingga sekecil sepersepuluh ketebalan rambut untuk mendesain dan merawat tabung gas yang bertekanan tinggi yang sekarang digunakan pada tabung gas busway.

Semua aplikasi-aplikasi tersebut dapat menggantikan fungsi “mata” kita untuk melihat. Prinsip kerja alat-alat tersebut sebenarnya sangat sederhana, hanya diperlukan sumber gelombang, penerima, dan pengolah/analisator seperti halnya mata kita yang menerima informasi dan meneruskan ke syaraf otak untuk diolah dan dianalisa.

Sambil menjelaskan aplikasi-aplikasi gelombang suara, penonton juga diajak belajar mengenai dasar-dasar bunyi melalui demo-demo yang menghibur. Sesekali juga diselingi oleh canda tawa penonton, narasumber, dan demonstrator. Semua yang hadir dalam bincang-bincang tersebut larut dalam suasana yang santai dan juga sangat menikmati kajian-kajian ilmiah yang diberikan.[ican/pp-iptek]

Kunjungan SDK Kanaan Jakarta di PP-IPTEK

Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) merupakan lembaga nonformal yang tidak hanya menyajikan berbagai alat peraga interaktif yang dapat disentuh mainkan tetapi juga memberikan penjelasan tambahan melalui berbagai program kegiatan seperti sanggar kerja sains, science cinema, ataupun program tematik kepada sekolah-sekolah yang datang, seperti halnya rombongan SDK Kanaan Jakarta yang melakukan kunjungan pada Jum’at (7/5) kemarin. SDK Kanaan Jakarta yang berkunjung dengan jumlah tidak kurang dari 140 siswa yang terdiri dari kelas IV dan kelas V dan didampingi oleh sekitar 15 guru pendamping. Pada kunjungan kali ini siswa-siswa SDK Kanaan mengikuti kegiatan sanggar kerja dan program tematik yang temanya sesuai dengan tingkatan kelasnya. Seperti sanggar kerja bertema Biologi dan program tematik dengan judul Bunyi untuk siswa kelas IV . Sedangkan untuk kelas V mengikuti sanggar kerja dengan tema Cahaya dan Pesawat Sederhana untuk judul program tematiknya.

Tidak hanya itu, dalam kunjungan kali ini, SDK Kanaan juga menikmati suguhan science cinema dengan judul Hadiah dari 4,6 Millyar Tahun Bumi yang memberikan gambaran mengenai sumber-sumber energi di bumi pertiwi kita serta bagaimana penggunaannya selama beberapa dekade terakhir. Setelah mengikuti berbagai program tersebut siswa-siswi SDK Kanaan juga mengikuti Demonstrasi Sains serta Demonstrasi Roket Air dengan begitu antusias karena dua jenis demonstrasi ini juga diberikan secara interaktif.

Kunjungan SDK Kanaan diakhiri dengan eksplorasi alat peraga di dalam galeri PP-IPTEK. Mereka terlihat sangat asik mencoba, dan mengamati setiap alat peraga yang mereka jumpai, dan sesekali bertanya kepada pemandu saat mereka membutuhkan penjelasan lebih detail mengenai alat peraga tersebut.[pp-iptek]

Jumat, Mei 07, 2010

Kunjungan John Paul’s School

Kamis, 6 Mei 2010 Pusat peragaan Iptek dipadati oleh pengunjung yang datang. Tercatat 7 rombongan yang akan melakukan kunjungan di hari tersebut dengan jumlah rata-rata setiap rombongan sebanyak 300 orang. Selain ingin mencoba dan mengeksplorasi alat peraga yang disajikan di galeri, ada juga rombongan yang ingin mendapatkan pengalaman berkunjung yang lebih dengan mengikuti program-program khusus yang ada di PP-IPTEK, seperti halnya rombongan dari John Paul’s School yang memesan dua program khusus diantaranya science cinema dan sanggar kerja sains. Di awal kunjungannya siswa siswi dari John Paul’s School yang terdiri dari playgroup, kindergarten, primary dan junior high scholl mendapatkan pengarahan singkat dari pemandu tentang apa itu PP-IPTEK, apa saja yang dapat mereka jumpai di galeri PP-IPTEK, dan bagaimana cara menggunakan alat peraga yang ada di dalam galeri. Setelah mendapatkan pengarahan mereka diajak menuju ke ruang Auditorium untuk menikmati science cinema dengan judul ‘Open Ocean’. Para siswa menyaksikan dengan seksama bagaimana beberapa hewan air yang berada dalam kisah dokumenter itu mencari dan menangkap mangsa mereka.

Setelah menyaksikan Science Cinema, siswa-siswi John Paul’s School diajak untuk mencoba berbagai percobaan sains dalam sanggar kerja yang sudah dipesan saat melakukan konfirmasi kunjungan pada hari sebelumnya. Pada kegiatan sanggar kerja kali ini, siswa-siswi John Paul’s School mencoba beberapa tema yang ada yaitu, Animal, Mathematic, Ilusi Sains, Magic Magnetic, Biology Benda yang menakjubkan, Listrik, Suhu & Panas, Gravitasi dan Astronomi.

Kegiata siswa-siswi John Paul’s School hari itu diakhiri dengan melakukan eksplorasi alat peraga di galeri PP-IPTEK, terlihat sekali antusiasme mereka karena dapat mencoba berbagai alat peraga interaktif yang dapat disentuh mainkan. Selain itu mereka rela antri untuk mencoba simulasi gempa bumi, alat peraga yang banyak diminati oleh pengunjung PP-IPTEK. Arena Peneliti Cilik merupakan arena yang menjadi favorit siswa-siswi dari playgroup dan kindergarten, karena memang alat peraga yang disajikan di arena tersebut merupakan alat peraga yang sangat sederhana dan dapat dengan mudah mereka pahami.[pp-iptek]

Rabu, Mei 05, 2010

Outreach PP-IPTEK Di BPK Penabur Gading Serpong

Pusat Peragaan IPTEK ( PP-IPTEK ) TMII menggelar outreach utnuk yang kesekian kalinya. Kali ini kegiatan kegiatan outreach tersebut berlangsung di SDK Penabur Gading Serpong, Tangerang Banten, bertempat di Aula sekolah berlangsung selama 3 hari mulai dari tanggal 27 April sampai 29 April 2010, mulai dari pukul 07.30 – 13.30 WIB, dengan menggelar 30 alat peraga, yang bertemakan matematika, fluida dan energy dan demonsterasi sains sekitar 20 judul percobaan.

Bermula dari konfirmasi pemesanan program ini yang hanya 2 hari, pada akhirnya kepala sekolah memutuskan untuk diperpanjang menjadi 3 hari. Keputusan ini muncul tepatnya pada saat hari pertama pembukaan kegiatan ini, Kepala sekolah menilai acara tersebut sangat baik dan sangat bermanfaat bagi siswa dan guru di SDK Penabur Gading Serpong, dengan melihat antusiasme mereka saat mengikuti kegiatan tersebut. Pertimbangan lainnya, karena ada beberapa kelas yang tidak dapat mengikuti kegiatan ini jika hanya diadakan selama 2 hari. Dari penilaian tersebut kepala sekolah mengharuskan seluruh siswa untuk mengikuti kegiatan outreach yang PP-IPTEK sajikan.

Semua alat peraga yang disajikan sangat menarik bagi siswa, namun ada alat peraga yang menjadi fokus perhatian antara lain Penyelam Cartesian dan Batere Tangan, karena kedua alat tersebut fenomena sainsnya dapat langsung dirasakan oleh siswa, seperti Penyelam Cartesian apabila siswa memberian tekanan pada permukaan air menyebabkan tekanan di dalam air meningkat di berbagai arah, akibatnya boneka penyelam yang ada di dalam akan mengecil, dan volume air yang di dalamnya bertambah. Sehingga boneka penyelam yang awalnya terapung menjadi tenggelam, sedangkan untuk batere tangan, bila siswa menyentuh plat tembaga, maka keringat yang ada pada telapak tangan akan bereaksi dengan logam dan menerima elektron dari logam tersebut. Sedangkan untuk plat almunium, keringat tangan akan memberikan elektron pada plat tersebut, yang mengakibatkan plat almunium menjadi kelebihan elektron sedangkan plat tembaga kekurangan elektron. Sehingga menimbulkan arus listrik. Selain itu ditampilkan juga demonstrasi sains disetiap sesinya, siswa juga ikut terlibat dalam demonstrasi sains ini, sehingga dapat mendorong mereka untuk tumbuh dan berpikir tentang APA, MENGAPA dan BAGAIMANA iptek digali dan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pelaksanaan setiap harinya siswa-siswi SDK Penabur Gading Serpong dibagi menjadi 6 sesi, dan setiap sesinya berjumlah 35 orang. Jumlah siswa-siswi yang ikut acara tersebut rata-rata sekitar 210 orang perharinya.

Kegiatan Outreach di BPK Penabur Gading Serpong pertama dibuka dengan demonstrasi sains oleh pemandu, seperti tebak hati, akrobatik kertas, liquid layer, paku tujuh, balon anti bakar dan demostrasi yang menarik lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan eksplorasi alat peraga dengan dibantu oleh pemandu, dan anak-anak sangat antusias dalam mengikuti peragaan dan demonstrasi tersebut dengan didampingi oleh guru mereka. Tanggapan siswa sangat senang, seru dan dapat menambah pengetahuan yang belum diketahui oleh mereka, dan guru-guru menyambutnya dengan antusias mereka sangat terbantu dengan adanya alat-alat peraga ini, sehingga memudahkan untuk menjelaskan fenomena sains kepada siswa. Kapan ya outreach PP-IPTEK ada di sekolah mu???[adi/prg/pp-iptek]

IPTEK DIBALIK KERETA API

Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) saat ini sedang mengembangkan galeri peragaan “iptek dibalik kereta api” yang akan menyajikan alat-alat peraga interaktif (hands-on), artifak dan model yang berhubungan dengan kereta api.

Galeri iptek dibalik kereta api terdari dari “introductory area” yang menyajikan informasi perkembangan kereta api terkini di Indonesia, “basic principles and applications of science” menyajikan alat-alat peraga hands-on untuk mengungkap fenomena ilmu-ilmu dasar dibalik kereta api, “industry show case” menyajikan informasi bagimana kereta api dibuat/diproduksi dan diakhir explorasi, pengunjung dapat menikmati informasi mengenai rencana pembangunan high speed trains di Indonesia di area “train in the future”.

Sebagai tahap awal memperkenalkan galeri peragaan” iptek dibalik kereta api” kepada pengunjung, mulai awal bulan Mei 2010 di galeri temporer PP-IPTEK sudah bisa dinikmati Diorama Sistem Transportasi Berkelanjutan (Sustainable Transportation) dan artifak Shinkansen Indonesia yang merupakan kontribusi dari PT. Industri Kereta Api Indonesia (PT. INKA). Disamping dua peragaan tersebut, galeri temporer juga dilengkapi dengan penyajian informasi berupa film pendek mengenai perkembangan teknologi high speed trains di negara-negara maju. Dalam waktu dekat pengunjung dapat mencoba menjadi masinis yang biasa mengemudikan kereta api melalui Simulator Kereta Api hasil karya ahli teknik alat peraga PP-IPTEK.

Direncanakan pada awal tahun 2011, galeri iptek dibalik kereta api secara lengkap sudah dapat diexplorasi oleh pengunjung.[ks/pp-iptek]

Senin, Mei 03, 2010

PERKULIAHAN QCC PP-IPTEK "MENUNTASKAN PEMBAHASAN 7 LANGKAH"

Hari Jum’at 30 April 2010 perkuliahan lanjutan TQM PP-IPTEK 2010/2011 kembali diselenggarakan di Ruang Aljabar untuk membahas pokok-pokok penting dalam menjalankan QCC yakni menuntaskan 7 langkah setelah sebelumnya membahas 1 tools tersisa yakni Grafik.

Sebagai Narasumber, O. Sofyan dari Kementerian Ristek tidak bosan-bosannya berpesan agar baik para fasilitator, ketua dan anggota QCC untuk tidak terjebak dalam pemilihan permasalan yang akan di QCC. Pada kesempatan perkuliahan lanjutan kali ini Narasumber mengemukakan 4 hal yang menjadi dasar untuk menetapkan masalah yakni:
  1. Adakah sesuatu yang dapat menimbulkan kesulitan bagi pelanggan atau proses berikut ?
  2. Adakah sesuatu pekerjaan atau operasi yang susah atau berat dikerjakan ?
  3. Adakah sesuatu yang membahayakan ?
  4. Adakah sesuatu yang dianggap sia-sia?
Hadir pada perkuliahan kali ini karyawan dan staf PP-IPTEK yang menyimak materi demi materi dengan antusias. Setelah mendapat pembekalan perkuliahan ini selanjutnya para peserta akan mengidentifikasi permasalahan di tiap unit kerjanya masing-masing untuk dapat diangkat dan dicarikan solusi penyelesaiannya dalam laporan QCC masing-masing.