Logo Pusat Peragaan Iptek

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Penemu Cilik

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Science Film Festival 2014

Science Film Festival diadakan secara serempak di 37 kota di Indonesia.

Penemu Cilik

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Science Film Festival 2014 di PP-IPTEK

Science Film Festival dapat diikuti secara gratis di PP-IPTEK mulai tanggal 14 - 28 November 2014.

Science Film Festival 2014 dapat diikuti di PP-IPTEK mulai dari tanggal 14 - 28 November 2014

Rabu, November 25, 2009

Science of Toys Untuk Guru-guru Sekolah Dasar

Pusat Peragaan Iptek, PP-IPTEK, menyelenggarakan Workshop Science of Toys pada hari Selasa, 24 November 2009. Dengan menghadirkan narasumber tunggal Janto V. Sulungbudi, Dosen FMIPA Universitas Parahiyangan, workshop ini dimulai pukul 09.00 bertempat diruang Aljabar, dihadiri oleh 52 guru-guru sekolah dasar.

Workshop Science of Toys merupakan pelatihan yang ditujukan bagi guru-guru SD untuk mengupas, mempelajari dan mamahami kaidah-kaidah sains dibalik mainan dan permainan anak-anak. Workshop ini bertujuan untuk membuka wawasan serta menambah pengalaman baru tentang ilmu sains yang telah banyak diaplikasikan kedalam maianan anak-anak ataupun sebaliknya (menemukan/menggali fenomena sains yang ada pada mainan), yang nantinya dapat diterapkan kedalam kegiatan pembelajaran IPA di kelas.

Beragam mainan dan permainan disajikan oleh narasumber pada kesempatan kali ini. Mengawali presentasinya seraya memancing perhatian para peserta, Janto menampilkan mainan menyerupai pohon yang bisa bernyanyi atau mengeluarkan suara. “Pohon Bernyanyi” beliau menamakan alat dimaksud, seketika mata para peserta langsung tertuju pada mainan tersebut. Menggunakan bantuan gelas plastik yang dialasnya telah ditempel magnet kecil, alunan musikpun terdengar ketika telinga didekatkan kebatang mainan pohon.

Janto menjelaskan bahwa sebenarnya dibalik mainan pohon sebenarnya sudah dipasang gulungan kawat tembaga (kumparan) kecil yang dihubungkan dengan perangkat output audio, dalam hal ini notebook. Dalam proses kerjanya, kumparan yang telah dialiri listrik bolak-balik akan menghasilkan medan magnet yang nantinya akan mempengaruhi magnet yang telah ditempel pada gelas plastik. Karena medan magnet yang dihasilkan berfluktuatif, bergantung dari listrik yang mengalir, maka gelas plastik akan bergetar layaknya membran pada speaker, dan akan menghasilkan suara/alunan musik. Konsep sederhana inilah yang bekerja pada speaker. Janto menambahkan bahwa, kita dapat membuat speaker/pengeras suara sendiri hanya dengan menggunakan peralatan sederhana seperti kumparan, magnet, dan gelas plastik.

Juga dengan menggunakan gelas plastik bekas, Janto membuat mainan sederhana yang dapat menjelaskan bagaimana mekanisme kerja dari roda dan rel kereta api. Membuat kamera lubang jarum, melihat fenomena rambatan gelombang longitudinal dan gelombang transversal, membuktikan konsep tekanan, serta menunjukkan bagaimana fenomena getaran dan resonanasi, diungkap oleh Janto dengan menggunakan mainan dan peralatan sederhana yang mudah didapat disekeliling kita. Selain itu Beliau juga menampilkan percobaan dengan judul yang menggelitik seperti membuat mainan “monyet pemanjat”.

Pada workshop kali ini, PP-IPTEK juga berkesempatan menyerahkan hadiah kepada juara I, II, dan III kontes lomba poster nasional tingkat SD yang telah diselenggarakan pada dua pekan lalu. Hadiah berupa tropy dan uang tunai diserahkan langsung oleh Direktur PP-IPTEK, Finarya Legoh.

Workshop ditutup dengan sesi tanya jawab dan berakhir pukul 12.00. Walalupun demikian, banyak peserta tidak langsung meninggalkan tempat workshop melainkan mencoba mainan-mainan, yang memang banyak tersedia, sekaligus berdiskusi dengan Narasumber. Selanjutnya PP-IPTEK akan membuka acara pameran Strike A Chord The Science of Music, alat peraga dari Questacon Australia, pada 1 Desember 2009.[pp-iptek]

Senin, November 23, 2009

Kompetisi Matematika SMP 2009

Setelah menyelenggarakan Kompetisi Sains untuk siswa SMA pada pekan lalu, Sabtu, 21 November 2009, Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menyelenggarakan Kompetisi Matematika untuk tingkat SMP. Kompetisi matematika ini berlangsung di ruang Auditorium PP-IPTEK, diikuti oleh 68 pelajar terbaik perwakilan dari 20 SMP se-Jabodetabek. Kompetisi ini bertujuan untuk membangkitkan motivasi pelajar dalam menerapkan ilmu matematika dikehidupan sehari-hari serta untuk meningkatkan logika matematis dan kemampuan berpikir analitis pelajar melalui permainan matematika dan aplikasi perhitungan.

Berbeda dari kebanyakan kompetisi matematika yang pernah diselenggarakan sebelumnya. Dalam kompetisi ini peserta akan diberikan pertanyaan-pertanyaan matematika logika dan strategi matematika, sehingga rumus-rumus matematika yang rumit sedikit sekali bahkan nyaris tidak diperlukan pada kompetisi ini.

Kompetisi berlangsung mulai pukul 09.00 WIB, dibagi menjadi 3 babak. Babak penyisihan I, peserta diberikan soal matematika sebanyak 30 soal multiple choice yang harus diselesaikan dalam waktu 40 menit, dilanjutkan Babak penyisihan II dimana peserta diberikan soal tantangan berupa puzzle matematika sebanyak 5 soal puzzle yang harus diselesaikan selama 30 menit. Dari kedua babak penyisihan, peserta dengan 6 peringkat tertinggi akan masuk ke babak final untuk memperebutkan juara 1 hingga juara harapan 3.

Babak final berlangsung selama 60 menit, dibagi menjadi 5 sesi yang masing-masing terdiri dari 5 soal matematika. Sesi pertama dan ketiga adalah Sesi Puzzle, dimana peserta diberikan gambar soal puzzle matematika yang jawabannya harus dijelaskan berikut alasannya. Sesi kedua dan keempat adalah Sesi Trivia, yakni babak cepat tepat, sedangkan sesi terakhir adalah Sesi Strategi Matematika.

Pada sesi terakhir ini, ke-6 peserta final dituntut berfikir strategis karena selain mengerahkan kemampuannya lebih dalam lagi untuk menjawab pertanyaan setiap peserta juga ditantang keberaniannya untuk mempertaruhkan score yang sudah didapat.

Salah satu bentuk pertanyaan gambar puzzle yakni peserta diberikan gambar yang terdiri dari 6 batang korek api yang disusun dengan komposisi I,I,I,V dan I. Dari komposisi tersebut peserta diminta untuk menyusun 6 batang korek api yang telah disediakan berdasarkan aljabar matematika sehingga menghasilkan nilai = 1.

Keluar sebagai pemenang dalam kompetisi kali ini adalah sebagai berikut: Tommy Suharjo (SMPK Regina Pacis, Jakarta) Juara Harapan III, Andreas Santoso (SMPK Sang Timur, Tangerang) Juara Harapan II, Nathan James (SMPK Tirta Martha BPK Penabur, Jakarta) Juara Harapan I, Vincent (SMPK 7 Penabur, Jakarta) Juara III, Christa Lorenzia (SMPK Tirta Martha BPK Penabur, Jakarta) Juara II dan Jessica (SMP St. Lourensia, Tangerang) yang dinobatkan sebagai Juara I Kompetisi Matematika 2009.

Para juara tersebut maraih sertifikat dan piala Menristek yang diserahkan oleh Ka. Divisi Operasi, Iskandar. Sesi foto bersama pemenang diiringi tepuk sorai penonton mengakhiri acara kali kompetisi matematika ini. Selanjutnya PP-IPTEK akan menyelenggarakan Workshop Science of Toys untuk guru-guru SD pada hari Selasa, 24 November 2009.[imk/pp-iptek]

Senin, November 16, 2009

Memasuki Hari ke-4 Galeri Peragaan PIK Cilegon di Padati Pengunjung Keluarga

Memasuki hari ke-4 penyelenggaraan Peragaan Iptek Keliling (PIK), hari Minggu 15 November 2009, galeri peragaan PIK dipadati oleh pengujung keluarga, dan siswa TK yang didampingi oleh orangtua-nya. PIK hari ke-4 ini sungguh berbeda dari hari-hari sebelumnya, kali ini pameran tidak lagi dipadati oleh siswa-siswa berseragam tetapi dipenuhi oleh orang tua dan anak-anaknya yang terlihat sangat antusias saat mencoba alat peraga tidak kalah dengan pelajar yang dihari-hari sebelumnya juga telah mengunjungi pameran ini. Jumlah pengunjung pada hari ke-4 ini mencapai 493 orang. PP-IPTEK akan mengakhiri pameran PIK di Cilegon ini esok hari, Senin 16 November 2009.[pp-iptek]

PP-IPTEK Selenggarakan Workshop Skill Process Untuk Guru-guru Cilegon

Masih dalam rangkaian kegiatan Peragaan Iptek Kelilingm (PIK), hari ke-tiga, Sabtu 14 November 2009 PP-IPTEK menyelenggarakan Pelatihan Ketrampilan Proses IPA (Skill Process Workshop) yang diikuti oleh 55 guru tingkat SD, SMP dan SMK di Wilayah Cilegon dan sekitarnya. Workshop ini menghadirkan Hendra Suryanto, Staf Senior PP-IPTEK, sebagai nara sumber tunggal.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman guru tentang proses dan prosedur dalam melakukan penelitian ilmiah, khususnya yang berkaitan dengan tugas dan fungsi guru di sekolah sebagai pembimbing dan pembina siswa di sekolah.

kegiatan ini dimulai dengan pelaksanaan observasi. Peserta diminta mengamati sebuah gambar, dan mendeskripsikannya secara verbal/tertulis. Banyak peserta yang sulit membedakan data observasi dan hasil interpretasi, sehingga menimbulkan kelucuan yang menambah hangat suasana pelatihan.

Kegiatan dilanjutkan dengan langkah/prosedur berikutnya seperti inferensi, pengukuran, klasifikasi hingga melakukan prediksi. Setiap langkah dilaksanakan melalui kegiatan eksperimen sehingga memudahkan peserta dalam memahami proses-proses tersebut.

Sebagai tindak lanjut dari workshop ini, para guru diharapkan mampu melatih dan membimbing siswanya dalam melakukan penelitian yang benar dan lebih kreatif dalam melahirkan ide-ide penelitian ilmiah. Di akhir kegiatan, PP-IPTEK memberikan sertifikat kepada seluruh peserta yang mengikuti pelatihan.

Hari ini merupakan hari ketiga dari kegiatan Peragaan IPTEK Keliling di Cilegon yang dipusatkan di PT. Krakatau Steel. Jumlah pengunjung PIK hari ini 1253 dari SD YPWKAS I dan SD YPWKSII/III.[pp-iptek]

SMA Stella Maris Tangerang Juarai Kompetisi Sains Tingkat SMA 2009

Pusat peragaan Iptek (PP-IPTEK) baru saja menyelenggarakan kompetisi sains tingkat SMA tahun 2009. Kompetisi berlangsung pada hari Sabtu, 14 November 2009, mulai pukul 09.00 bertempat diruang Auditorium. Sebanyak 34 pelajar jurusan IPA dari 10 SMA wilayah Jabodetabek ikut ambil bagian dalam kompetisi kali ini. Penyelenggaraan kompetisi sains ini bertujuan untuk melatih dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap bidang Ilmu pengetahuan dan teknologi, lingkungan, dan natural sains, serta untuk membentuk generasi muda yang cerdas dan kreatif.

Pelaksanaan pompetisi sains ini dibagi dalam 2 tahap yakni babak penyisihan dan babak final. Pada babak penyisihan setiap peserta diberikan 50 soal tertulis yang harus diselesaikan dalam waktu 75 menit dibagi dalam 2 sesi. Sesi pertama peserta menyelesaikan 45 soal multilpe choice dalam waktu 45 menit dilanjutkan sesi kedua dengan 5 soal essay yang harus diselesaikan dalam waktu 30 menit. Tiga peserta dengan nilai tertinggi dalam babak penyisihan ini yang berhak maju ke babak final.

Format dari babak final ini adalah cepat tepat. Tiga peserta yang lolos dari babak penyisihan akan melewati lima sesi dalam cepat tepat ini yaitu sesi pertanyaan demonstrasi sebanyak 2 kali, sesi pertanyaan rebutan sebanyak 2 kali, dan terakhir sesi pertanyaan pertaruhan skor yang dimiliki. Pada pertanyaan demonstrasi peserta diwajibkan menjawab beserta dengan alasannya, sedangkan untuk pertanyaan rebutan terdiri dari 20 soal yang berkaitan dengan ilmu sains populer.

Keluar sebagai juara dalam kompetisi kali ini yakni, Juara ke-I dimenangkan olah Georgy Gunawan dari SMA Stella Maris Tangerang, juara ke-II diraih Daniel Kharisnawida Kuswandi dari SMA Pangudi Luhur Jakarta, dan juara ke-III jatuh kepada Cellia Cordhitta dari SMA Bani Saleh Bekasi. Penyerahan hadiah berupa thropy dan sertifikat dilakukan oleh kepala Divisi Operasi PP-IPTEK, Iskandar, yang sekaligus menutup acara kompetisi ini. Dalam sambutan penutupnya, beliau menyampaikan bahwa pelaksanaan Kompetisi sains seperti ini sempat vakum selama 3 tahun, dan mulai tahun ini PP-IPTEK akan secara rutin menyelenggarakan kompetisi ini pada tahun-tahun berikutnya.

Selanjutnya PP-IPTEK akan menyelenggarakan dua kegiatan lagi pada bulan ini yakni, Kompetisi Matematika untuk tingkat SMP yang akan diselenggarakan pekan depan, Sabtu 21 November 2009, dan Workshop Science of Toys untuk guru SD yang akan diselenggarakan pada hari Selasa 24 November 2009.[pp-iptek]

Ribuan Pelajar Padati Pameran PIK Cilegon

Hari pertama penyelenggaraan Peragaan Iptek Keliling kota Cilegon, 12 November 2009, galeri pameran dikunjungi oleh 1216 pelajar dari SMP YPWKS, SD Al-Azhar dan SMP Al-Azhar. PIK hari pertama diawali dengan pertunjukkan demo sains yang bertema Nitrogen Cair dan Bola pingpong, demonstrasi inii membuat para pelajar sangat tertarik karena mereka dapat menyaksikan fenomena-fenomena sains yang unik yang belum pernah mereka saksikan sebelumnya.

Penyelenggaraan PIK hari kedua galeri pameran dipadati oleh 1291 pelajar dari SD YPWKAS IV dan SMK YPWKS yang masing-masing terbagi dalam 2 kelompok kunjungan. Tidak kalah seru dari hari pertama, para pengunjung pada hari ini terlihat cukup antusias dalam mengekspolarasi alat peraga yang disajikan. Dan yang lebih menarik adalah kehadiran siswa-siswi pelajar dari SD YPWKS IV telah dibekali dengan worksheet yang dijadikan panduan bagi mereka untuk mengeksplorasi alat peraga.

Worksheet yang digunakan oleh pelajar dari SD YPWKS merupakan tugas yang diberikan oleh ibu dan bapak gurunya, karena mereka telah berkunjung pada hari pembukaan kemarin. Pemberian worksheet ini merupakan langkah yang baik, karena selain dapat digunakan untuk belajar dirumah bagi siswa juga akan menjadikan kunjungan mereka menjadi terarah dan lebih bermakna. Sukses untuk ibu dan bapak guru SD YPWKS IV cilegon, yang sampai waktu kunjungan masih terlihat sangat antusias mengeksplorasi alat peraga.

Pada penyelenggaraan PIK ini PP-IPTEK menggelar 70 alat peraga interaktif. Selain gelaran alat peraga, kegiatan PIK di Cilegon juga dimeriahkan dengan demonstrasi sains interaktif. PIK Cilegon akan terus dilangsungkan sampai dengan hari Senin tanggal 16 November 2009.[pp-iptek]

Australian Charity Shares the Wonders of Science at PP-IPTEK

PP-IPTEK proudly welcomed the Australian Qantas Cabin Crew Team (QCCT) and more than 70 disadvantaged children from Yayasan Emmanuel in Bogor and Kampung Sawah in Cilincing.

The children and members of QCCT got the chance to watch PP-IPTEK’s spectacular live science demonstrations as well as having a great time wondering through our galleries. A highlight for the children was testing their bravery on PP-IPTEK’s famous “Sepeda di Atas Kabel” on Tuesday, November 10.

The Qantas Cabin Crew Team is a non-profit organization staffed by Cabin Crew employees of the Australian airline, Qantas. They are dedicated to providing assistance in a variety of ways to communities in the countries that Qantas flies to (for further information see www.qcct.org.au). The QCCT were assisted by Jakarta’s Teratai Tuju Charity Group.

Having the chance to host the QCCT, PP-IPTEK valued their visit respectfully since QCCT gave benefit to the children to dream and to explore their creativity and knowledge through our facilities. PP-IPTEK is pleased to share and support the interactive exhibits and specially designed programs to other charity events. (Chris, PP-IPTEK)

Kamis, November 12, 2009

Pembukaan Peragaan Iptek Keliling Kota Cilegon

Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) kembali menyelenggarakan kegiatan Peragaan Iptek Keliling (PIK) yang kali ini digelar di kota Cilegon. Opening Ceremony kegiatan PIK yang dipusatkan di PT. Krakatau Steel tepatnya di Human Capital Planning and Development berlangsung pada hari kamis, 12 November 2009, pukul 09.00 WIB – 10.40 WIB. PIK kali ini merupakan PIK yang ke 20 kalinya diselenggarakan oleh PP-IPTEK sejak tahun 2002, dan merupakan PIK yang ke-3 selama tahun 2009.

Ditandai dengan penekanan tombol peluncuran water rocket, kegiatan ini dibuka oleh Jajaran Direksi PT. Krakatau Steel yang diwakili oleh Bapak Joko Mulyono, GM Quality Insurance, didampingi oleh Direktur PP-IPTEK Dr. Finarya Legoh. PIK kali ini akan berlangsung mulai tanggal 12 – 16 November 2009 dengan mengundang kurang lebih 4500 siswa-siswi sekolah dibawah yayasan pendidikan PT. Krakatau Steel.

Acara ini didukung oleh yayasan pendidikan PT. Krakatau Steel yang menerjunkan 31 siswa SMK YPWKS untuk menjadi pemandu-pemandu alat peraga dan demonstrator sains. Untuk memaksimalkan pemanfaatan kegiatan ini, beberapa sekolah telah dikerahkan untuk mengunjungi Peragaan IPTEK Keliling secara terjadual. Sekolah-sekolah tersebut antara lain adalah: SMP YPWKS, SD Al-Azhar, SMP Al-Azhar, SMK YPWKS dan beberapa sekolah negeri dan swasta dilingkungan kegiatan berlangsung.

Selain gelaran alat peraga, kegiatan pendukung yang juga tidak kalah penting akan berlangsung adalah Proccess Skill Workshop yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 November 2009, dengan menghadirkan narasumber Dr. Hendra Suryanto. Workshop ini rencananya akan diikuti oleh kurang lebih 46 guru SD dan SMP se-wilayah Cilegon. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan memampukan pengajar terkait dengan penelitian sederhana.[pp-iptek]

Pengumuman Pemenang Seleksi Nasional Lomba Poster Antariksa 2009

Penjurian Seleksi Nasional Lomba Poster Antariksa untuk Kontes Poster Antariksa tingkat Asia Pasifik 2009 telah dilakukan pada hari Rabu, 11 November 2009. Dewan juri terdiri dari 3 orang yakni:

1. Drs. Edy Fauzai M.Art (Dosen Jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Jakarta)
2. Murtani Novmeber, ST, MM (LAPAN)
3. DR. Finarya Legoh (Direktur PP-IPTEK)

Total peserta yang mengikuti seleksi ini berjumlah 60 orang dari 43 Sekolah Dasar se-Jabodetabek. Tiga orang pemenang berdasarkan hasil keputusan dewan juri adalah sebagai berikut:

1. Juara I : Amanda Rizki Nursidin, SDI Al Azhar 9 Kemang Pratama Bekasi
2. Juara II : Matthew Kevin Joeang A.M, SD Notredame Jakarta Barat
3. Juara III : Juan, SD Damai, Jakarta Barat

Penyerahan hadiah berupa Thropy dan uang tunai kepada ketiga orang pemenang akan dilakukan pada hari Selasa tanggal 1 Desember 2009, pukul 09.00. Pengumuman ini sekaligus merupakan undangan bagi para pemenang, diharapkan kehadiran para pemenang pada waktu tersebut. Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi ibu Wahyu di nomor telepon 08174827637. Selanjutnya 3 poster pemenang ini akan dikirim ke Bangkok untuk mewakili Indonesia dalam Kontes Poster Antariksa Asia Pasifik 2009.

5th World Creativity Festival 2009 (WCF 2009), 6-9 November 2009 Daejeon Korea

Tim Indonesia tingkat SMP dengan nama tim "Discovery Team", yang terdiri atas Yolanda Ravenia Saraswati (SMP 252 Jakarta) dan Fauzan Hilmi Ramadhian (SMP 1 Sukabumi) telah berhasil meraih medali perunggu dalam 5th World Creativity Festival 2009, yang diselenggarakan pada tanggal 6-9 November 2009 di Daejeon, Korea Selatan. Prestasi ini membanggakan dan diluar dugaan, mengingat pertama kalinya partisipasi Tim Indonesia serta sempitnya waktu persiapan. Hendra Suryanto dari PP-IPTEK bertindak sebagai pembimbing dan pendamping Tim, sedangkan Direktorat Pendidikan Luar Biasa Diknas telah mengirimkan Samino dan Manait Sinaga sebagai peninjau, guna mengembangkan Festival tersebut lebih lanjut bagi program anak berbakat di Indonesia.

World Creativity Festival (WCF) merupakan kegiatan tahunan khusus bagi siswa cerdas dan berbakat istimewa tingkat SD dan SMP yang diselenggarakan di kampus Korea Advanced Institute for Science & Technology (KAIST). Tuan rumah adalah KAIST dan the Korean Society for the Gifted (KSG), sedangkan pendanaan berasal dari Daejeon Metropolitan City dan Ministry of Education Science & Technology. Kegiatan diikuit oleh 7 negara : Indonesia, Korea, China, Taiwan, Thailand, Mexico dan Mongolia. Sesungguhnya jumlah negara peserta yang terdaftar cukup banyak, namun dengan berkembangnya isu flu babi di Korea mengakibatkan beberapa negara mengundurkan diri.

Sebelumnya, tim telah diberi pembekalan oleh Jenny Kaligis dan Hendra Suryanto di PP-IPTEK dalam Program Sains Interaktif bagi siswa SMP Cerdas Istimewa & Bakat Istimewa (CI/BI) pada bulan Agustus yang lalu. Pada workshop ini para peserta dilatih cara melakukan riset sederhana mulai dari pengamatan, pengukuran sampai dengan membuat peragaan sederhana. Selanjutnya mereka melakukan percobaan sendiri. Dua peserta terbaik dipilih untuk mengikuti 5th World Creativity Festival.

Dalam Festival, tim yang terdiri atas 2 siswa dan 1 pendamping dapat mengajukan makalah dalam bentuk long term thesis presentation dan short term problem solving, yang bertemakan ruang angkasa. Keaslian, kreativitas, pengetahuan, kerjasama, kemampuan komunikasi, menjadi criteria dalam penilaian dewan juri.

Direktur PP-IPTEK, Finarya Legoh, telah diminta untuk duduk dalam penjurian tingkat SD yang terdiri atas 33 proposal dari berbagai negara. Judul dari long term thesis adalah : “Make Space Travel Program and Advertising Poster”. Peserta diminta untuk menyampaikan makalah sebelumnya, dan pada penjurian peserta diminta untuk menjelaskan ide dan kreativitasnya, beserta pengetahuan pendukung. Muncul sebagai juara Grand Prize adalah Spacex Team dari Taiwan.

Tingkat SMP terdiri atas 37 tim dengan thesis berkaitan dengan The 60th International Astronautical Congress (IAC) yang baru saja diselenggarakan bulan Oktober lalu di Daejeon, dengan tema "Space for Sustainable Peace and Progress." Peserta diminta untuk membuat proposal bagi astronaut remaja untuk dikirim ke International Space Station dengan berbagai aktivitas dan kreativitas dalam membuat desain modul-modul kegiatan dan infrastruktur.

Selain mengikuti Festival, peserta melakukan kunjungan ke Science Museum, Expo Park dan Planetarium & Observatorium. Bagi para pendamping, disediakan pula workshop untuk menjadi seorang wartawan dalam menulis berita yang harus menarik perhatian pembaca. Misalnya, bagaimana membuat judul berita yang menarik dan menggugah perhatian pembaca.

Indonesia berharap untuk menambah jumlah peserta di tahun mendatang, baik bagi tingkat SD maupun SMP. Ajang WCF sangat bermanfaat bagi pengembangan diri siswa dalam berbagai aspek, a.l. : kreativitas, kerjasama, percaya diri, network, dan hubungan persahabatan antar negara.(PP-IPTEK)

Rabu, November 11, 2009

Selamat Atas Anugerah Tanda Kehormatan RI Bintang Mahaputera Nararya Kepada Mantan Direktur PP-IPTEK

Menyambut peringatan hari pahlawan, Senin 09 November 2009 pukul 10.00 dalam sebuah upacara di Istana Negara Jakarta, Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional dan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada 13 tokoh nasional sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan yang tinggi atas jasa-jasanya yang luar biasa dibidangnya masing-masing. 13 tokoh dimaksud semasa hidupnya pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan, serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Untuk menghargai jasa-jasa yang luar biasa terhadap nusa dan bangsa Indonesia di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa dan negara, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 059/TK/Tahun 2009, Presiden SBY menganugerahkan Tanda kehormatan Bintang Mahaputera kepada lima orang putra terbaik bangsa. Masuk dalam daftar Surat Keputusan Presiden RI yang dibacakan oleh Sekretaris Militer, Mayjen TNI Budiman selaku Sekretaris Jenderal Dewan Tanda-tanda Kehormatan RI, adalah Alm. Ir. Herudi Kartowisastro yang diberi penganugerahan Tanda Kehormatan RI Bintang Mahaputera Nararya. Penganugerahan ini diterima oleh Istri Almarhum Ny. Dra.Sutantinah Herudi.

Alm. Ir. Herudi Kartowisastro adalah mantan Direktur Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) TMII tahun 1991 - 2008. Alm. juga pernah menjabat sebagai Kepala BSN/Ketua KAN tahun 1997–2002 yang merupakan penggagas sistem akreditasi di Indonesia. Semasa hidupnya Alm. Yang hobi dengan olahraga dirgantara juga pernah menjabat sebagai Ketua Pusat Swayasa Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).

Atas anugerah yang diterima, keluarga besar Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) mengucapkan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada besar Almarhum Ir. Herudi Kartowisastro.[pp-iptek]

Waspadai Penyakit Flu Burung

H5N1 merupakan virus yang menyebabkan penyakit Flu Burung (Bird Flu, Avian Influenza). Virus ini sangat berbahaya dikarenakan dapat berubah-ubah bentuk atau bermutasi. Penularan virus ini biasanya melalui unggas dan memungkinkan pula menjangkiti beberapa jenis mamalia. Penularan Flu burung pada unggas terjadi secara cepat dengan resiko kematian yang cukup tinggi yakni sekitar 80 %. Hampir bisa dipastikan unggas yang telah terinfeksi virus H5N1 akan mati setelah 1 jam. Pada manusia penyakit ini dapat ditularkan melalui banyak media diantaranya adalah udara , kotoran unggas dan bangkai unggas yang tercemar virus tersebut.

Namun demikian bukan berarti penyakit Flu Burung tidak dapat dihindari dan dicegah. Pada kegiatan Bincang Sains dan Teknologi Populer (Binokuler) kali ini, Minggu 8 November 2009 PP-IPTEK mengangkat tema seputar Flu Burung, apa bahayanya dan bagaimana upaya pencegahannya. Dengan menghadirkan nara sumber langsung dari Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Pandemi Influenza (Komnas FBPI) para pengunjung PP-IPTEK bisa mendapatkan informasi yang lengkap mengenai penyakit Flu Burung. Antusiasme pengunjung sangat terlihat dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan seputar Flu Burung pada akhir acara.

Partisipasi PP-IPTEK Dalam The 2009 Association of Science – Technology Centers (ASTC)

The Association of Science – Technology Centers (ASTC) di AS kembali menyelenggarakan konferensi tahunan yang berlangsung pada tanggal 30 September – 3 November 2009. Kali ini tuan rumahnya adalah the Fort Worth Museum of Science and History di Fort Worth – Texas. Tema yang diangkat adalah : “The Art of Science - Creating a Better Future”. Direktur PP-IPTEK, Finarya Legoh, berkesempatan untuk berpartisipasi dalam konferensi tersebut, karena mendapatkan Lee Kimche McGrath Worldwide Fellowship Award, yang memberi kesempatan kepada satu orang pimpinan / CEO pada komunitas science center internasional di luar AS untuk mengikuti konferensi ASTC tahunan. Award yang bergengsi ini mensyaratkan agar penerima award memperkenalkan science center-nya kepada peserta dalam konferensi.

Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh PP-IPTEK untuk mencari peluang kerjasama dengan science center dan museum iptek terutama di AS, dengan para donatur dan yayasan, serta sekaligus meninjau pengembangan program, alat peraga interaktif dan iptek yang tengah dikembangkan oleh science center di AS dan negara maju lainnya.

Salah seorang keynote speaker dalam konferensi tersebut adalah Ansari Anousheh, yang merupakan peneliti dan business woman dalam bidang astronomi. Menarik untuk disimak cerita Ansari yang datang ke AS dari Iran di usia 14 tahun tanpa bisa berbahasa inggeris, namun mempunyai mimpi yang kuat untuk dapat menjelajah alam raya. Hal ini akhirnya dapat terlaksana, Ansari mengikuti misi Soyuz TMA-9 selama 8 hari. Pengalamannya yang luar biasa dipaparkan di blog dan face book kepada remaja, agar mereka juga menyenangi iptek. Kata kunci yang diberikan adalah “dreaming, exploration, creativity and innovation” yang dapat memacu seseorang dalam pengembangan iptek.

Peserta Konferensi Tahunan ASTC 2009 berjumlah sekitar 1500 orang, berasal dari AS dan berbagai negara lainnya. Konferensi dibagi atas berbagai topic sessi, yang intinya adalah : connecting art and science, funding exploration, professional development. Pameran produk dan jasa untuk science center dan museum iptek ikut menyemarakkan kegiatan ini. Dominasi terlihat pada pengembangan astronomi, nano technology, climate change, serta jasa peragaan iptek keliling. Selain itu, dengan topic yang kuat untuk creating a better future, banyak didiskusikan teori, metoda dan sistematika untuk mengkomunikasikan sains kepada public. Selain itu,para peserta Konferensi berkesempatan untuk meninjau the Fort Worth Museum of Science and History yang baru saja dipugar, lengkap dengan atraksi cowboy-nya.

Menarik untuk disimak, NASA ikut berpartisipasi dengan program astronomi climate change, demikian pula NOAA dalam climate change. Kedua lembaga tersebut juga menyediakan funding bagi proposal yang menarik dan tepat untuk kedua topik tersebut. Bahkan Intel-pun tidak ketinggalan berpartisipasi dalam funding untuk professional development.

Kamis, November 05, 2009

PP-IPTEK Ikut Memeriahkan Acara Sosialisasi Makanan Tradisional dan Bahan Obat Alam

Ratusan siswa SD dari seluruh wilayah DKI dan Banten memenuhi ruangan Auditorium Gd. BPPT pada tanggal 4 November 2009 untuk mengikuti acara Sosialisasi Makanan Tradisional dan Bahan Obat Alam yang diadakan oleh Kedeputian Bidang Dinamika Masyarakat, Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KNRT). Acara yang dibuka oleh Menteri Riset dan Teknologi yang diwakili oleh Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, Bpk. Engkos Koswara. Acara ini diselenggarakan dengan maksud untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap makanan tradisional Indonesia dan bahan obat yang berasal dari alam serta salah satu bentuk upaya pembudayaan iptek dibidang kesehatan dan pangan menuju terciptanya inovasi-inovasi baru hasil litbang masyarakat generasi Indonesia. Bpk. Engkos Koswara dalam diskusinya dengan ratusan siswa SD mengharapkan kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan.

Pada kegiatan sosialisasi ini, acara diramaikan oleh banyak perusahaan-perusahaan obat bahan alam dan industri-industri makanan tradisional serta Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK). PP-IPTEK dalam penampilannya kali ini membawa 5 alat peraga interaktif yang dapat dimainkan, seperti Halilintar, Generator Van De Graf, Uji Konsentrasi, Kursi Paku dan Bola Listrik. Selain menampilkan alat peraga, PP-IPTEK juga menggelar pertunjukan Demo Sains yang interaktif dan menyenangkan bagi para ratusan siswa SD, guru-guru serta orang tua murid, seperti Magic Glass, Bubble Hand, Hold D’Cards, Screaming Cens, Colapsing Cans dan Ping Pong Ball and Orange. Permainan-permainan demo sains dengan menggunakan cairan nitrogen juga turut dibawakan oleh pemandu-pemandu PP-IPTEK yang atraktif dan sangat menghibur seperti LN2 Balloon, Skewer Balloon, Liquid Nitrogen Bubble serta pertunjukan LN2 Boom dan Dragon Fire yang dapat menghasilkan semburan api yang besar dengan menggunakan tepung maizena, sangat diminati oleh ratusan siswa yang hadir sekaligus menutup acara pertunjukan demo sains kali ini.[pp-iptek]

Kunjungan Peserta Orientasi CPNS KNRT Formasi Tahun 2008 ke PP-IPTEK

Dalam rangka meningkatan pengetahuan, wawasan dan kinerja Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Negara Riset dan Teknologi formasi tahun 2008, Biro umum menyelenggarakan orientasi kepada 15 orang CPNS dilingkungan KNRT. Berlangsung hari ini, Rabu 4 November 2009, ke-15 peserta pertama-tama melakukan orientasi dikelas pukul 08.30 s.d 12.00. Kemudian sekitar pukul 12.00 peserta melakukan kunjungan dan peninjuan ke Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK). Rombongan peserta yang dipimpin Bpk Muhayat, Bag. SDM dan Organisasi KNRT, disambut oleh jajaran direksi PP-IPTEK.

Bertempat diruang Aljabar lantai 3, ucapan selamat datang dan sambutan pertama disampaikan oleh Ibu Yuliarsi, Ka. SPI, selaku Plh. Direktur. Selanjutnya dua divisi yang ada di PP-IPTEK yakni divisi administrasi dan divisi operasi memaparkan mengenai tugas dan fungsi masing-masing divisi kepada para peserta, hal ini dirasa penting karena PP-IPTEK yang saat ini sudah menjadi bagian dari KNRT sidikit banyak nantinya akan berkoordinasi dengan para Calon PNS ini. Selesai pemaparan dari direksi PP-IPTEK, peserta orientasi diberi kesempatan untuk berdiskusi dan tanya-jawab. Mengakhiri kunjungannya, sekitar pukul 16.00 para peserta berkeliling ke galeri alat peraga PP-IPTEK. Selain mencoba alat peraga, digaleri PP-IPTEK juga sempat menyaksikan demonstrasi Sains.

Selanjutnya rombongan peserta orientasi CPNS ini akan melakukan kunjungan ke Reaktor sebaguna dan Bioteknologi PUSPIPTEK pada hari Kamis, 5 November 2009.[pp-iptek]

Kegiatan Wisata Iptek dan Temu Pakar di Pekanbaru Riau

Tanggal 31 Oktober 2009 di kota Pekanbaru, Riau, Kementerian Negara Riset dan Teknologi bekerjasama dengan dinas Pendidikan kota Pekanbaru menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknologi untuk para pelajar dan guru daerah setempat. Kegiatan ini bertema Wisata Iptek dan Temu Pakar. Dihadiri oleh 150 pelajar yang didampingi oleh perwakilan Kepala Sekolah dan Guru, kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber termasuk diantaranya dari Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK).

Kegiatan dimulai pukul 07.30 tepatnya berlangsung di Puswil (Pustaka Wilayah), Pekanbaru Provinsi Riau. Materi pertama yang disampaikan adalah tentang Virgin Coconut Oil (VCO) atau Minyak Kelapa Murni yang dalam produksinya, VCO hanya memerlukan proses teknolgi sederhana dan tidak memerlukan peralatan canggih. Materi kedua adalah tentang budidaya ikan.

Kesempatan berikutnya adalah praktek dan demonstrasi Iptek yang disampaikan oleh Bpk. Hendra Suryanto dari PP-IPTEK. Pada sesi ini disampaikan terkait dengan alat peraga Iptek yang telah ada di Riau a.l: alat peraga kursi paku, alat peraga jembatan lengkung, dan alat peraga katrol. Setiap praktek dan demontrasi ketiga alat peraga tersebut diakhiri dengan sesi tanya-jawab dengan peserta.

Beberapa percobaan iptek sederhana yang menarik selain alat peraga, juga dibawakan oleh Pak. Hendra seperti: demo hukum Bernoulli, tiupan lembaran kertas beserta penjelasannya melalui paparan makalah tentang “Mengenal Pesawat Terbang”, termasuk helikopter. Serta paparan soal-soal problem solving seperti: bagaimana mengeluarkan bola pingpong dari dalam pipa besi di lantai; bagaimana melepaskan diri dari ancaman singa; bagaimana melewati jurang yang dalam; dan bagaimana menentukan jarak antar dua tiang bendera (hukum pitagoras).[pp-iptek]

Selasa, November 03, 2009

Water Rocket Fun SDI Insan Kamil

Melanjutkan workshop Water Rocket Fun (WRF) yang diselenggarakan pada hari Sabtu kemarin, PP-IPTEK kembali menyelenggarakan workshop WRF untuk siswa Sekolah Dasar (SD) pada hari Minggu, 1 November 2009, masih ditempat yang sama yakni ruang diruang Marie Currie lantai 3. Kali ini workshop diikuti oleh 51 peserta dari SD Insan Kamil Bogor. Bertindak sebagai instruktur adalah Feti Anita & M. Topik.

Workshop dimulai pukul 09.00, Peserta workshop kali ini dibagi menjadi 26 kelompok, dengan masing-masing kelompok terdiri dari 2 orang. Pada workshop diberikan materi tentang teori ilmu sains yang terkandung pada roket air, tentang desain dan konstruksi roket air, serta belajar untuk menganalisa hasil peluncuran. Workshop diakhiri dengan sesi peluncuran sekitar pukul 11.00.[pp-iptek]

Workshop Water Rocket Fun untuk Siswa SD

Untuk pertamakalinya Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menyelenggarakan workshop Water Rocket Fun (WRF) untuk siswa Sekolah Dasar (SD), sebelumnya PP-IPTEK menyelenggarakan workshop WRF untuk siswa SMP, siswa SMA, Guru, dan Keluarga. Workshop berlangsung pada hari Sabtu, 31 Oktober 2009, bertempat diruang Marie Currie lantai 3.

Workshop dibuka pukul 09.00 wib oleh ka. Subdiv Program, Feti Anita, dan yang bertindak sebagai instruktur adalah Erwin dan Medy. Workshop WRF kali ini diikuti oleh 14 siswa dari 3 sekolah yakni: SDK BPK Penabur Bogor, SDK Santa Ursula Jakarta, dan SDI Dian Didaktika Depok. Peserta workshop kali ini dibagi menjadi 7 kelompok, dengan masing-masing kelompok terdiri dari 2 orang.

Seperti workshop WRF sebelumnya, para peserta dibekali dengan bahan-bahan dasar pembuat roket air seperti 2 botol softdrink (untuk body roket) dan Sterofoam (untuk membuat fin/sirip). Selama 1,5 jam para peserta workshop berkutat untuk membuat roket sebaik mungkin. Dengan peralatan yang disediakan terlihat para peserta sangat serius saat merakit roket, tidak terkecuali Amalia Ghaisani, dari SDI Dian Didaktika, yang saat itu dengan kelompoknya membuat roket dengan 3 fin.

Sekitar pukul 10.30, semua kelompok nampak sudah selesai merakit roket dan siap untuk meluncurkan. Dengan tidak sabar, mereka langsung bergegas ke arena peluncuran, lapangan parkir selatan, untuk melihat bagaimana gerak luncur roket yang telah mereka buat. Tidak kalah dengan peserta WRF sebelumnya, roket-roket yang mereka rakit juga banyak yang dapat meluncur dengan mulus dan melesat cukup tinggi. Saking senangnya merekapun meluncurkan berkali-kali roket buatannya, dengan tidak memerdulikan bentuk konstruksi roket saat itu. Biasanya konstruksi roket akan berubah/rusak jika diluncurkan lebih dari 2 kali. Sesi peluncuran berakhir pukul 11.30.

Ibu Any, Ka. Sekolah SD BPK Penabur, yang turut hadir mendampingi anak didiknya, menyatakan ketertarikannya akan kegiatan workshop semacam ini, karena siswanya dapat bermain sambil belajar sains. Ia pun merencanakan akan mendaftarkan siswanya untuk mengikuti worksop WRF secara eksklusif pada bulan November nanti.

Workshop WRF merupakan cara PP-IPTEK untuk menumbuhkan kecintaan iptek antariksa pada generasi muda. PP-IPTEK akan terus mensosialisasikan dan memberikan pelatihan tentang roket air kepada pelajar-pelajar di Indonesia. Bagi masyarakat yang ingin merasakan bagaimana asyiknya meluncurkan roket air, dapat mengunjungi PP-IPTEK setiap hari yang dibuka mulai pukul 09.00 s.d 17.00.

Selanjutnya PP-IPTEK akan menyelenggarakan workshop WRF untuk 52 pelajar SD pada hari Minggu besok, tanggal 1 November 2009.[pp-iptek]

PP-IPTEK Selenggarakan Workshop Ma-The-Matrick

Setelah meresmikan Wahana ke-12 yakni Wahana Cermat (Cerdas, Ceria Bersama Matematika) dengan 25 alat peraga matematika baru pada pekan lalu, hari Kamis, 29 Oktober 2009, Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menyelenggarakan Workshop yang masih berkaitan dengan ilmu matematika yakni workshop Ma-The-Matrick. Workshop ini dibuka oleh Ka. Divisi Operasi, Iskandar, pukul 09.00 wib. Turut berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah 89 guru matematika dari wilayah Jabodetabek.

Workshop Ma-The-Matrick ini dilangsungkan diruang Aljabar lt. 3. Bertindak sebagai narasumber tunggal dalam workshop ini adalah Janto V. Sulungbudi, dosen dari Fakultas MIPA Universitas Parahiyangan. Mengapa anak-anak begitu terpesona saat menonton trik sulap? Tapi mengapa banyak anak-anak yang benci dengan matematika?. Dua pertanyaan tersebut mengawali presentasi yang disampaikan oleh Pak Janto.

Sesuai dengan namanya, Ma-The-Matrick, pada workshop kali ini narasumber menyampaikan trik-trik (seperti sulap) dalam memberikan materi pelajaran matematika kepada anak. Seringnya kita (guru) mengajari matematika kepada anak-anak dengan cara berpikir orang dewasa, bahkan lupa bagaimana cara berpikir saat kita masih kecil, sedangkan kata kunci yang menarik untuk anak-anak adalah bermain. Anak-anak yang sebenarnya mempunyai naluri alamiah untuk belajar, asalkan mereka menganggap menarik dan ada hal baru yang belum pernah mereka ketahui. Pada workshop ini peserta workshop diajak untuk belajar banyak dari pesulap yang pandai membuat penasaran.

Pak Janto mengajak peserta untuk belajar dari sesuatu yang nyata yang kemudian berkembang ke yang abstrak (teori Piaget). Dalam hal ini (belajar matematika), Pak Janto memulai dari hal-hal nyata, hal-hal yang bisa dilihat dan disentuh langsung, karena semakin banyak indera yang digunakan akan menjadi semakin “nyata”. Setelah tahap ini barulah memulai belajar secara intuitif untuk melangkah ke abstrak.
Menebak angka adalah trik pertama yang disampaikan pak Janto kepada para peserta. Salah satu peserta diperkenankan menyimpan angka (bilangan bulat) dari 1 s.d 63, yang kemudian bisa ditebak olah pak Janto dengan menanyakan keberadaan angka yang disimpan pada 6 kartu (yang sudah tersusun 32 angka) sebagai alat bantunya. Trik ini berguna untuk mengajarkan aljabar kepada anak.

Yang lebih menarik lagi, dengan menambah 4 kartu tambahan, trik ini bisa menebak angka dengan benar walaupaun peserta berbohong pada salah satu kartunya, serta bisa menebak pula pada kartu berapa peserta itu berbohong. Menurut Pak Janto konsep inilah yang digunakan polisi untuk menyidik para tersangka bahwa ia berbohong atau tidak. Begitu pula dengan keping CD lagu yang sudah tergores (rusak) masih kita dapat nikmati alunan lagunya tanpa ada salah. Dalam hal ini tambahnya, CD dilengkapi dengan pendeteksi kesalahan (dan pengoreksi kesalahan) dangan menambahkan bit paritas (teknik paritas). Begitu juga dengan 4 kartu tambahan dalam menebak angka yang berfungsi sebagai paritas.

Selain menebak angka, materi berikutnya yang disampaikan adalah permainan puzzle untuk belajar geometri dan kesebangunan segitiga. Dengan potongan-potongan bentuk bangun juga didapat pembuktian rumus phytagoras, rumus volume kerucut, rumus volume silinder, rumus volume bola, dan rumus-rumus matematika lainnya.

Setelah mengikuti workshop ini diharapkan para peserta dapat mengajarkan matematika kepada anak didiknya dengan memberikan trik-trik/permainan yang dapat menarik perhatian dan membuat penasaran siswanya, sehingga menyebabkan siswa tidak sadar bahwa sebenarnya ia sedang belajar matematika walaupun tampaknya sedang bermain. Selanjutnya PP-IPTEK akan menyelenggarakan workshop Water Rocket Fun (WRF) untuk siswa SD pada tanggal 31 Oktober 2009 dan 1 November 2009.[pp-iptek]

Bantul Kembali Menjuarai Kompetisi Roket Air Nasional

Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul secara resmi membuka Kompetisi Roket Air Nasional 2009 Kamis (29/10) ditandai dengan peluncuran roket powder. Usai dibuka, acara dilanjutkan dengan pembuatan roket air oleh para peserta KRAN-09 selama dua jam. Sambil menunggu para peserta membuat roket, masyarkat yang menyaksikan di Lapangan Trirenggono ini dihibur oleh atraksi-atraksi Aeromodeling dari Klub Seribu Bintang. Tak hanya itu, masyarakat juga dihibur dengan adanya peluncuran roket air oleh para pejabat yang berasal dari seluruh kecamatan di Kab. Bantul.

KRAN-09 diikuti oleh 50 peserta dari 8 daerah meliputi : Jabodetabek, Yogyakarta, Wonogiri, Karanganyar, Bantul, Semarang, Palembang, dan Pare-pare. Melalui persaingan yang sangat ketat akhirnya keluar sebagai juara I yaitu Ardhy Ahmad Syarif (SMP N 1 Kasihan, Bantul), juara II Adythya Fernando (SMP St. Yosep Lahat, Palembang), juara III Ardita Wiratama (SMP N 5 Yogyakarta), juara harapan I Alis Setiawan (MTs Daarut Taqwa, Semarang), juara harapan II Anif Nur Mustaqim (SMP Muhammadiyah I Imogori), dan juara harapan III David Akhiri Novan (MTs N Bantul Kota).

Mengulang kompetisi sebelumnya pada KRAN-08, tahun ini Bantul kembali menjuarai kompetisi roket air dan akan mewakili Indonesia dalam Water Rocket Competition yang diselenggarakan oleh APRSAF di Bangkok, Tahiland pada bulan Januari mendatang.

Kompetisi Roket Air Daerah Bantul 2009

Rabu (28/10) tepat pukul 11.00 WIB rumah dinas Bupati Bantul dipenuhi dengan puluhan roket yang siap diluncurkan di lapangan Trirenggono yang berlokasi di depan rumah dinas. Roket-roket tersebut tak lain adalah roket air yang merupakan hasil rakitan siswa-siswi SMP se-Kabupaten Bantul untuk diperlombakan dalam ajang Kompetisi Roket Air Regional 2009. Acara yang berlangsung satu hari tersebut diikuti oleh 65 peserta yang sebelumnya telah dilatih dan diseleksi oleh penyelenggara di tingkat kabupaten Bantul.

Keluar sebagai pemenang dalam kompetisi ini yaitu Hani Nurohma (SMP N 2 Bantul) sebagai juara pertama, Angela Gusti Aprilia dari SMP N 5 sebagai juara kedua, Yulianto dari SMP N 3 Pandak sebagai juara ketiga, Hengki Anang Wijaya dari SMP N 1 Sanden sebagai juara H.1, David A Novan dari MTs N Bantul sebagai juara H.2, dan Anif N Mustaqim dari SMP Muhammadiyah 1 Imogiri sebagai juara H.3. Keenam pemenang ini mendapatkan hadiah berupa piala, uang pembinaan, serta berhak mengikuti seleksi berikutnya yaitu Kompetisi Roket Air Nasional 2009 yang akan diselenggarakan juga di Kabupaten Bantul. Namun sebagai tuan rumah penyelenggara, Kab. Bantul berhak mengikutsertakan peserta yang masuk peringkat sampai dengan 10 besar. Kompetisi Roket Air Nasional 2009 sendiri akan diselenggarakan keesokan harinya yaitu pada hari Kamis (29/10) dan akan diikuti oleh pemenang-pemenang yang berasal dari daerah-daerah lain di Indonesia.

Workshop Robotik di PP-IPTEK

Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) kembali menyelenggarakan workshop robotic learning pada hari Sabtu, 24 Oktober 2009. Bertempat di Ruang Einstein lantai 3, workshop kali ini diikuti oleh 55 pelajar dari 4 SLTP yakni: SMP Muhammadiyah 9 Jakarta, MTsN 1 Bekasi, SMP Martia Bhakti Bekasi, dan SMP Dian Didaktika Depok. Dalam workshop ini para peserta dibagi menjadi 19 kelompok dengan masing-masing kelompok berjumlah 3 orang.

Workshop ini dimulai pukul 09.00, bertindak sebagai instruktur adalah M. Ichsan dibantu dengan 6 pemandu PP-IPTEK. Setiap kelompok dibekali dengan 1 unit kit Robomobile dari fischertechnik dan 1 unit perangkat komputer. Pada workshop robotik ini para peserta diberikan beberapa materi yakni: Pengenalan robotik, praktek merakit dan mendesain robot, pemrograman robot.

Workshop robot kali ini terlihat lebih spesial karena kedatangan Kepala Klub Robotik Indonesia, Lucas C Gee, Dipl-inform. Beliau sengaja datang untuk membantu para peserta dalam workshop ini. Pak Lucas berinteraksi langsung dengan para peserta dengan mendatangi tiap-tiap kelompok, serta mengajari para peserta dalam merakit dan membuat program untuk menjalankan robot. Para pesertapun terlihat sangat senang akan hal ini karena dapat menggali informasi lebih dalam seputar robot yang sedang dirakitnya.

Pernyelenggaraan Workshop Robotik ini bertujuan antara lain untuk mengembangkan daya kreasi dan imajinasi anak (saat mendesain konstruksi robot). Selain itu saat membuat program komputer untuk menjalankan robot hasil rakitannya, para peserta juga dilatih logika berpikirnya serta kemampuan matematisnya. Karena peserta akan diberikan beberapa persoalan sederhana seperti: bagaimana agar robot tersebut dapat berjalan lurus, berbelok 90 derajat, berbalik arah, kemudian berjalan mengikuti garis, dan beberapa instruksi lainnya.

Mengakhiri kegiatan workshop, sekitar pukul 13.00, setiap kelompok peserta berkesempatan untuk unjuk kebolehan dengan menjalankan robot hasil kreasi mereka dihadapan peserta lainnya. Wajah ceria tampak dari para peserta karena melihat robot yang mereka program arah geraknya sesuai dengan kehendaknya. Keceriaanpun bertambah ketika panitia membagikan souvenir kepada kelompok-kelompok yang atraksi gerak robotnya paling bagus. PP-IPTEK akan kembali menyelenggarakan workshop robotik pada hari Minggu, 25 Oktober 2009. [pp-iptek]

Seleksi Interview Beasiswa Korea Science Academy (KSA)

Kamis, 22 Oktober 2009, PP-IPTEK mengadakan interview sebagai seleksi tahap akhir beasiswa sekolah gratis di Korea Science Academy (KSA). Pada tahap ini diikuti oleh 14 pelajar yang sebelumya lolos setelah mengikuti seleksi test tertulis pada tanggal 21 Oktober 2009.

Ke-14 peserta yang mengikuti seleksi interview ini adalah Brilliant Putri Kusuma Astuti (SMPN 49 Jakarta), Mohammad Awwaab Abdul Malik (SMPN 49 Jakarta), Nadhira Zhafirany (SMPN 68 Jakarta), Priscilla Aida Harumita (SMPN 115 Jakarta), Nisazka Syanula Melati (SMPN 115 Jakarta), Antyanta Bangunharcana (SMPI Al Azhar 1), Faris Rizky Andika (SMPI Al Azhar 1), Nisrina Widari (SMP Lab School Kebayoran Jakarta), Syah Deya Ammurabi (SMPN 19 Jakarta), Muhammad Fahmi Rahman (SMP Presiden), Yandri (SMP Presiden), Zers Idris (SMP Presiden), Egi Anhar Suganda (SMAN 3 Sukabumi), Meidha Audira (SMAN 3 Sukabumi).

Dimulai pukul 13.00 wib, satu-persatu para peserta bergantian memasuki ruang rapat VIP PP-IPTEK tempat berlangsungnya interview. Kurang lebih 20 menit, setiap peserta berada diruang interview yang didalamnya sudah dihuni oleh Prof. Gyo Taek Jin, dan Jinho Oh Ph.D. Beragam ekspresi nampak dari raut wajah para peserta ketika keluar dari ruang interview. Ada yang terlihat senang, dan tidak sedikit yang terlihat sedih, mungkin karena sulitnya pertanyaan yang dilontarkan oleh Pak. Profesor. Seleksi interview ini berakhir pukul 17.00 wib.

Menurut Prof. Gyo, pengumuman siapa yang akan meraih beasiswa KSA dari Indonesia akan dilakukan serentak setelah tim KSA roadshow ke beberapa negara lain untuk melakukan seleksi serupa. Prof. Gyo juga menambahkan bahwa jatah beasiswa untuk Indonesia yang semula 4 orang kemungkinan bisa bertambah atau berkurang tergantung hasil seleksi dinegara lain.

PP-IPTEK Resmikan Wahana Baru, Wahana Cermat (Cerdas, Ceria bersama Matematika)

Matematika kerap diasosiasikan sebagai pelajaran yang sulit dimengerti oleh sebagian pelajar. Walau Matematika merupakan salah satu mata pelajaran wajib lulus bagi pelajar dalam Ujian Nasional, namun hal tersebut tidak menjadikan para pelajar lebih giat dalam mempelajari mata pelajaran ini. Padahal, Matematika adalah bahasa ilmu yang berperan penting untuk membangun pemikiran yang konstruktif dan strategis bagi seseorang. Menyadari pentingnya Matematika untuk pengembangan berpikir anak, Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) – TMII, telah mengembangkan 25 (dua puluh lima) unit alat peraga interaktif baru yang tergabung dalam sebuah wahana bernama Wahana CERMAT.

Wahana CERMAT diresmikan penggunaannya untuk masyarakat luas oleh Deputi Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek - Kementerian RISTEK, yang diwakili oleh Ir. Kemal Prihatman, M. Eng pada hari Jumat, 23 Oktober 2009. Dengan diresmikannya Wahana CERMAT ini berarti PP-IPTEK telah memiliki 12 wahana peragaan interaktif yang dapat disentuh dan mainkan. Ke-12 Wahana tersebut yakni: Wahana Antariksa; Wahana Lingkungan; Wahana Energi; Wahana Fluida; Wahana Gelombang; Wahana Listrik & Magnet; Wahana Mekanika; Wahana Optik; Wahana Transportasi Darat; Wahana Transportasi Udara; Wahana Peneliti Cilik; dan Wahana CERMAT.

Penamaan CERMAT merupakan kependekan dari Cerdas, Ceria bersama Matematika dengan maksud agar para pengunjung tertantang untuk menjadi cerdas setelah berinteraksi dengan 25 alat peraga Matematika ini. Alat Peraga pada Wahana CERMAT terbagi kedalam 3 Klaster yakni: Klaster Tantangan; Klaster Eksplorasi; dan Klaster Mathmedia. Pada Klaster Tantangan akan diisi dengan 17 alat peraga, klaster eksplorasi diisi dengan 5 alat peraga, dan Klaster Mathmedia diisi dengan 3 alat peraga.

Alat peraga yang menghuni klaster tantangan adalah: Potongan Tabung, Kalaidocycle, Sumbat Unik, Menara Hanoi, Kubus Eceran, Puzzle Persegi, Merangkai Pelangi, Patok Pengukur Luas, Tic Tac Toe, Bermain Angka 5432, Segiempat Ajaib, Heksagon Ajaib, Kotak Domino Ajaib, Segitiga Ajaib, Penjumlahan Putar, Menebak Tanggal Lahir, dan Jam Pasir. Alat peraga pada klaster Eksplorasi adalah: Sudut dan Lingkaran, Kurva Normal, Segitiga Pythagoras, Elips, dan Sepeda Roda Persegi. Sedangkan alat peraga pada klaster Mathmedia adalah: Magic square, Game 15, dan Math Binco.

Pada acara peresmian Wahana CERMAT ini, Kementerian RISTEK juga berkesempatan menyerahkan 1 unit alat peraga Augmented Reality Volcanopedia Magicbox, yakni alat peraga berbasis komputer yang bermanfaat bagi pengunjung untuk mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan kegunungapian di Indonesia secara Augmented Reality. Penandatanganan berita acara serah terima alat peraga ini, Kementerian Ristek diwakili oleh Ir. Kemal Prihatman, M. Eng, dan PP-IPTEK diwakili oleh Dr. Finarya Legoh sebagai Direktur. Alat peraga Vulcanopedia ini menggunakan Operating System Igos, dengan alat peraga ini dapat memvisualisasikan obyek 3D gunung berapi seperti lingkungan nyata.

Dengan hadirnya Wahana CERMAT dan alat peraga Volcanopedia Magicbox di PP-IPTEK, diharapkan para pengunjung semakin tertarik untuk mempelajari Iptek sehingga bangsa Indonsia menjadi semakin cerdas dalam bidang Iptek.[pp-iptek]

Stargazing Oktober

Masih dalam rangkaian kegiatan Astronomi PP-IPTEK menyambut IYA (International Year of Astronomy) yang jatuh pada tahun ini, hari Sabtu, 24 Oktober 2009, PP-IPTEK akan menyelenggarakan stargazing (pengamatan bintang) Terakhir tahun ini. Menggunakan dua teleskop (CPC 800, Firstcope 114), pengamatan akan dimulai pukul 19.00 s.d 20.30 WIB, Stargazing PP-IPTEK ini terbuka untuk pelajar dan masyarakat umum tanpa dipungut biaya apapun (gratis)

Workshop Mapping Technology Learning

Kamis, 22 Oktober 2009, Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menyelenggarakan Workshop Mapping Technology Learning dengan menghadirkan 3 narasumber dari Bakosurtanal yakni Agung Cristianto S.Si, Ir. Priambodo Pariadi, dan Dr. Ir. Ade Komara Mulyana. Workshop dimulai pukul 09.00 wib dibuka oleh Direktur PP-IPTEK, Finarya Legoh. Workshop kali ini diikuti oleh 47 guru SMP dan SMA dari wilayah Jabodetabek. Sebelum mengikuti workshop, para peserta dibekali dengan peta sinoptik sementara batas yurisdiksi dan kedaulatan NKRI dan tiga makalah yang akan disampaikan.

Agung Cristianto, S.Si yang bertindak sebagai pembicara pertama pada workshop kali ini menyampaikan makalahnya yang berjudul Teknik Membuat Peta. Membuka presentasinya beliau manyampaikan alasan perlunya kita untuk mengenal peta dalam kehidupan antara lain karena: Peta dapat menyederhanakan sesuatu yang kompleks, peta juga merupakan bagian dari alat pertahanan dan keamanan, dan yang tidak kalah penting adalah peta merupakan arsip sejarah keberadaan suatu bangsa dan negara. Disampaikan juga dalam paparannya bahwa jenis peta ada dua yakni Peta Dasar dan Peta Tematik, dan peta dasar yang diproduksi oleh Bakosurtanal adalah: Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI), atau disebut juga peta topografi, Peta Lingkungan Pantai Indonesia (LPI), Peta Lingkungan Laut Nasional (LLN), dan Peta Sinopsis Negara Kesatuan Indonesia (NKRI).

Melanjutkan presentasinya, Agung menyampaikan tentang bagaimana cara/langkah untuk membuat peta yakni: 1. Menentukan obyek atau wilayah yang akan dipeta-kan, 2. mengumpulkan peta lama, data dan informasi yang telah ada, 3. membuat peta sementara (tentatif) berdasar foto udara, citra satelit, atau citra radar, 4. Survey kelengkapan lapangan, 5. Pembuatan peta akhir dengan menambahkan informasi dari lapangan.

Bertindak sebagai pembicara kedua adalah Ir. Priambodo Pariadi. Dengan dengan gaya yang sersan (serius tapi santai) Beliau menyampaikan makalahnya yang berjudul Cara Membaca Peta Rupa Bumi, dengan tujuan al: Dapat mengidentifikasi, membandingkan obyek dipermukaan Bumi maupun diatas peta; Dapat melakukan orientasi arah peta dilapangan, mengetahui posisi (koordinat) suatu obyek dipeta dan dipermukaan Bumi; Serta memahami informasi peta malalui simbol dan warna sehingga dapat menggambarkan dengan benar objek dilapangan.

Ir. Priambodo sempat memperlihatkan beberapa contoh peta RBI dalam berbagai skala, gambaran bentuk permukaan bumi (relief), garis kontur dan bentuk relief, serta gambaran bentuk permukaan Bumi diatas bidang datar. Pada sesi ini para peserta terlihat sangat antusias saat praktek menentukan koordinat geografis peta RBI menggunakan penggaris lintang bujur (penggaris protektor).

Pembicara terakhir adalah Dr. Ir. Ade Komara Mulyana yang menyampaikan makalah dengan judul Peranan Pemetaan Dalam Penanggulangan Bencana. Disampaikan bahwa pemetaan selalu diperlukan dalam semua tahapan siklus penanggulangan bencana, mulai dari prabencana (mitigasi), Tanggap darurat (ketika terjadi bencana), dan post disaster. Jenis pemetaan pada tahap pra bencana al: pemetaan zona rawan dan resiko bencana, pemetaan rute evakuasi, pemetaan lokasi pos pengungsi, monitoring fenomena (gejala) alam, dll.

Saat kejadian bencana gempa bumi diSumatera Barat beberapa waktu lalu, Bakosurtanal juga mengeluarkan peta tanggap darurat seperti peta rekapitulasi korban jiwa per kabupaten/kota, peta rekapitulasi rumah rusak per kabupaten/kota, dan peta korban per kecamatan. Menutup presentasinya Dr. Ade menerangkan tentang jenis peta pada tahap rehabilitasi dan rekronstruksi. Untuk jenis peta pada tahap ini pada dasarnya sama dengan fungsi peta untuk perencanaan pembangunan, tambahnya. Contoh lainnya adalah pemetaan existing condition (peta kondisi setelah bencana), dan pemetaan perencanaan tata ruang.

Selanjutnya PP-IPTEK akan menyelenggarakan workshop robotic learning untuk siswa SMP pada hari Sabtu, 24 Okotober 2009.[pp-iptek]

Test Tertulis Seleksi Beasiswa Korea Science Academy (KSA)

Melanjutkan seleksi Beasiswa Korea Science Academy (KSA), Rabu, 21 Oktober 2009, Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) dihadiri oleh 54 pelajar SMP dan SMA dari kelas akselerasi. Mereka datang untuk mengikuti test tahap pertama seleksi beasiswa KSA yaitu test tertulis. Test tertulis ini dibagi dalam dua sesi, sesi pertama dimulai pukul 13.30 wib, mereka diberikan soal Essay Writing tentang sains yang harus diselesaikan dalam waktu 60 menit. Setelah rehat 15 menit, mereka melanjutkan test tertulis sesi kedua yaitu soal problem solving matematika. Semua soal yang diberikan disajikan dalam bahasa inggris.

Prof. Gyo Taek Jin, pimpinan rombongan KSA menampakkan kesenangannnya melihat minat dan antusiasme para peserta test yang jumlahnya diluar perkiraan. Dari 54 pelajar yang mengikuti test, 14 diantaranya berasal dari Sukabumi.

Pada test tertulis ini 14 peserta lolos tahap seleksi selanjutnya, yakni: Brilliant Putri Kusuma Astuti (SMPN 49 Jakarta), Mohammad Awwaab Abdull Malik (SMPN 49 Jakarta), Nadhira Zhafirany (SMPN 68 Jakarta), Priscilla Aida Harumita (SMPN 115 Jakarta), Nisazka Syanula Melati (SMPN 115 Jakarta), Antyanta Bangunharcana (SMPI Al Azhar 1), Faris Rizky Andika (SMPI Al Azhar 1), Nisrina Widari (SMP Lab School Kebayoran Jakarta), Syah Deya Ammurabi (SMPN 19 Jakarta), Muhammad Fahmi Rahman (SMP Presiden), Yandri (SMP Presiden), Zers Idris (SMP Presiden), Egi Anhar Suganda (SMAN 3 Sukabumi), Meidha Audira (SMAN 3 Sukabumi)

Bagi ke-14 peserta yang lolos akan melanjutkan tahap seleksi selanjutnya yaitu Interview yang direncanakan akan dilaksanakan pada hari Kamis, 22 Oktober 2009, mulai pukul 13.00 wib. Empat pelajar terbaik yang lolos interview akan mendapatkan beasiswa sekolah gratis di KSA, tahun awal akademiknya dimulai pada Februari 2010.[pp-iptek]

Seleksi Beasiswa Korea Science Academy (KSA) di PP-IPTEK

Korea Science Academy (KSA) of Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) yang berkedudukan di Busan Korea Selatan akan menyelenggarakan kelas Internasional bagi siswa cerdas istimewa/berbakat istimewa pada bidang sains untuk tahun ajaran 2010. KSA memberi kesempatan beasiswa kepada 4 pelajar terbaik Indonesia yang berasal dari kelas akselerasi untuk mengikuti kelas internasional tersebut. Kelas internasional ini nantinya hanya akan isi oleh 18 siswa dari berbagai negara.

Untuk menentukan pelajar yang akan mendapatkan beasiswa, KSA bekerjasama dengan Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menyelenggarakan seleksi pada tanggal 20 sd 22 Oktober 2009 di PP-IPTEK.

Direktur PP-IPTEK, Finarya Legoh, membuka agenda pertama seleksi beasiswa yang berlangsung pada hari ini, 20 Oktober 2009 diruang Auditorium. Acara ini dihadiri oleh 40 Orangtua/wali murid dari 8 SMP di Jabodetabek yang menyelenggarakan kelas akselerasi. Pada pertemuan ini Prof. Gyo Taek Jin dari KAIST melakukan presentasi tantang KSA of KAIST dan bagaimana prosedur untuk mendapatkan beasiswa. Mengawali presentasinya Prof. Gyo manampilkan video profil KSA. Pada pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Direktorat PSLB Depdiknas.

Agenda seleksi beasiswa selanjutnya akan dilangsungkan besok, Rabu 21 Oktober 2009, mulai pukul 13.00 wib. Pada seleksi tersebut peserta/siswa akan menjalankan test tulis essay dan problem solving tentang matematika dan sains. Bagi peserta yang lolos test tulis akan dilanjutkan dengan interview pada hari Kamis 22 Oktober 2009 untuk mencari 4 orang yang akan mendapatkan beasiswa.

Index Labels